Satu Lagi Warga Tana Toraja Dinyatakan Positif Corona, Totalnya Sudah 3 Orang Terjangkit

738
ADVERTISEMENT

MAKALE-Satu lagi warga Tana Toraja yang dinyatakan positif terjangkit virus corona. Pasien laki-laki berinisial Ch (63) tersebut, menjadi orang ketiga yang dinyatakan positif corona.

Hal tersebut, diumumkan langsung kordinator Posko Media Center Satgas Covid-19, Berthy Mangontan, Direktur RSUD Lakipadada dr Syafari Mangopo dan Plt Kepala Dinas Kesehatan Mariana Belo di Posko Media Center Satgas Covid-19 Tana Toraja.

ADVERTISEMENT

Dr Syafari menjelaskan jika data tersebut, berdasarkan pemeriksaan Real time Polymerase Chain Reaction (PCR) Swab yang diterima RSUD Lakipadada dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.

Dia menyebutkan, jika sebelumnya pasien tersebut sempat di rawat di RS Sinar Kasih Makale pada tanggal 21 sampai 27 Maret 2020 dengan keluhan Sakit Maag, Hipertensi dan Badan Lemas.

ADVERTISEMENT

“Pada tanggal 16 April 2020, Pasien menjalani Rapid Test dan dinyatakan positif rapid test lalu dilanjutkan dengan pengambilan sampel Swab pada tanggal 18 April 2020,” kata dr Syafari, Selasa (21/4/2020).

Dia menerangkan, jika pihaknya kemudian melanjutkan pemeriksaan dengan mengirimkan sampel swab pasien tersebut, ke Kota Makassar untuk kemudian dilakukan pemeriksaan.

ADVERTISEMENT

“Sampel Swab lalu dikirim ke Makassar bersama 16 sampel lainnya dengan rincian 7 sampel orang positif rapid dan 10 sampel OTG (Orang Tanpa Gejala). 10 sampel OTG ini merupakan sampel dari orang yang kontak langsung dengan pasien pertama,” terang dr Syafari.

Lebih jauh, dia mengatakan jika dari hasil pemeriksaan swab ke 17 sampel tersebut, 16 diantaranya dinyatakan negatif. Sementara satu lainya dinyatalkan positif dan saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lakipadada.

Ia juga menegaskan, jika saat ini Tim Satgas Covid-19 Tana Toraja, telah mengambil langkah-langkag untuk memutus mata rantai penyebaran virus di masyarakat.

“Langkah–langkah yang dilakukan adalah dengan melakukan Tracking terhadap riwayat kontak Pasien positif tersebut dengan melibatkan Tim Surveilans dari Puskesmas dan Kepolisian,” tegasnya.

“Tracking ini dilakukan sebagai upaya meminimalisir penyebaran virus Covid-19 dari Pasien positif di lingkungan masyarakat,” kunci dr Syafari. (Sya)

ADVERTISEMENT