Sebelum Meninggal Tertimpa Pagar saat Demo Mahasiswa, Satpam Kejari Palopo Sempat Bagikan Makanan ke Aparat Keamanan

1720
Korban saat akan dievakuasi ke RSUD dr Palemmai Tandi. (Foto : Dok. Koran SeruYA)
ADVERTISEMENT

PALOPO — Aksi demonstrasi Mahasiswa di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Palopo memakan korban jiwa. Security Kejari Palopo, Abdul Aziz meninggal dunia usai tertimpa pagar Kantor Kejari Palopo, Kamis (21/7/2022).

Pensiunan TNI ini masih sempat mendapat perawatan medis di RSUD Palemmai Tandi usai tertimpa pagar. Namun, nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia saat berada di RSUD Palemmai Tandi Kota Palopo.

ADVERTISEMENT

Jurnalis Koran SeruYA, Andri Sudirman yang meliput dan menyaksikan peristiwa itu mengatakan, pendemo datang dengan menggunakan mobil bak terbuka. Saat itu, aparat kepolisian dan keamanan yang berjaga sejak pagi itu istirahat makan siang di sekitar Kantor Kejaksaan.

“Peristiwanya sangat cepat. Bahkan, almarhum sempat membagikan nasi bungkus kepada aparat keamanan yang berjaga dari pagi hingga siang. Saat membagikan makanan siang, para pendemo belum ada, jadi sebagian aparat keamanan memilih untuk makan dulu,” ungkap Jurnalis Koran SeruYA.

Saat sebagian aparat kepolisian menyantap makan siang, pendemo datang. Mereka lalu mendesak agar pagar Kantor Kejaksaan Negeri Palopo dibuka. Korban yang melihat pendemo itu segera pasang badan agar pagar tersebut tidak dibuka.

“Saya sempat menerima nasi bungkus yang diberikan almarhum. Memang saat itu, beliau membagikan makanan itu kepada sejumlah wartawan yang meliput dan aparat keamanan. Saya baru mau makan nasi bungkus itu, pendemo sudah tiba. Tak begitu lama, kejadian nahas itu terjadi,” jelas Andri.

Saat itu, dia bersama seorang security Kejari Palopo berusaha agar pagar tersebut tetap kokoh. Namun, tiba-tiba pagar rubuh dan menimpah dua sekuriti tersebut.

Akibatnya, pagar Kantor Kejaksaan Negeri Palopo rubuh dan menimpa dua security. Salah satunya ialah Abdul Aziz yang kemudian meninggal dunia di RSUD dr. Palemma Tandi.

Sementara seorang security lainnya mengalami luka di tubuhnya. Saat ini korban telah berada di rumah duka, Jalan Batara, Kelurahan Boting, Kecamatan Wara, Kota Palopo.

Andri yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, mengakui jika pas pagar rubuh, mobil pikup yang ditumpangi mahasiswa berada jauh dari pagar. “Kalau mobil pikup jauh dari pagar,” katanya. (yonk)

ADVERTISEMENT