Kristina Sampe Tonapa Asal Toraja Ditemukan Selamat dalam Jurang, 1 Rekannya Tewas Akibat Serangan KKB di Kiwirok Papua

24855
Jenazah Suster Gabriela Meilan ditemukan tak benyawa saat sembunyi dari kejaran KKB di Kiwirok, Pegunungan Bintang. (Dok Humas Polda Papua)
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Kristina Sampe Tonapa, 37 tahun, tenaga kesehatan (Nakes) asal Toraja yang lari menyelamatkan diri dengan cara melompat masuk jurang saat puskesmas tempatnya bekerja diserang dan dibakar sekelompok teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Senin (13/9/2021) lalu, ditemukan dalam keadaan selamat.

Bersama dengan seorang rekannya, Kristina ditemukan dalam kondisi luka-luka dan memar sekujur tubuhnya, Rabu(15/9/2021) sore lalu. Rekan Kristina yang juga ditemukan bernama Gabriela Meilan, 22 tahun. Namun Gabriela ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

Jasad Suster Gabriela baru dievakuasi dari dalam jurang pada Kamis (16/9/2021) hari ini. Sedangkan Suster Kristina sudah dievakuasi pada Rabu (15/9/2021) petang lalu. Saat ini, Kristina telah dirawat di Pos Pamtas 403/WP .

Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Cahyo Sukarnita, membenarkan nakes asal Toraja bernama Kristina Sampe Tonapa telah ditemukan dalam kondisi selamat, namun korban luka-luka dan memar.

“Dia (Kristina) selamat, namun seorang rekannya (Gabriela Meilan) meninggal dunia,” kata AKBP Cahyo, Kamis (16/9/2021).

Dengan ditemukannya dua nakes itu, kata AKBP Cahyo, tersisa seorang nakes masih hilang atas nama Geral Sukoi, 28 tahun.

Kristina yang seorang suster bersama dua rekannya, Suster Gabriela dan Geral Sukoi bersembunyi dari kejaran KKB Ngalum Kupel pimpinan Lamek Alipki Taplo, saat aksi brutal KKB membakar Puskesmas Kiwirok di Pegunungan Bintang pada Senin (13/9/2021) lalu. Selama tiga hari, mereka bersembunyi di hutan setelah melompat masuk jurang.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal menyebutkan, Kristina ditemukan selamat, sedangkan Gabriela ditemukan tak bernyawa.

“Suster Kristina ditemukan dengan luka memar dan luka tusuk pada bagian kepala hingga kaki. Selama tiga hari, mereka sembunyi dari kejaran KKB. Keduanya ditemukan pada Rabu (15/9/2021) sore lalu, sekitar pukul 16.30 WIT di kedalaman jurang,” kata Kamal, Kamis (16/9/2021).

Personel gabungan melakukan evakuasi Suster Kristina dari jurang dan selanjutnya korban dibawa ke Pos Pamtas 403/WP untuk mendapatkan perawatan medis. “Jenazah Gabriela baru dievakuasi Kamis hari ini, sedangkan Kristina sudah dievakuasi pada Rabu malam,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, KKB Ngalum Kupel pimpinan Lamek Alipki Taplo membakar fasilitas umum di Distrik Kiwirok, mulai dari puskesmas, sekolah, kantor Bank Papua, pasar, hingga rumah dinas guru dan tenaga medis. Sebanyak 11 orang tenaga medis berhamburan dan berusaha menyelamatkan diri masing-masing dalam aksi brutal itu, salah satunya suster Kristina.

Diberitakan KORAN SERUYA sebelumnya, Kristina bersama dua rekannya melarikan diri ke pegunungan dan lompat masuk jurang saat teroris KKB Papua membakar puskesmas dan fasilitas rumah dinas mereka pada Senin (13/9) lalu, Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Ketiganya masih dalam pencarian hingga saat ini. (***)

ADVERTISEMENT