Siap- siap Bagi Pejabat Pemprov, Di Bantaeng Tradisi Mutasi Prof Andalan Disebut ‘Rabu Keramat’

3214

MAKASSAR — Selama menjadi Bupati Bantaeng dua periode, Nurdin Abdullah, biasanya menggelar mutasi pada hari Rabu.

Makanya di kalangan pejabat di daerah berjulul Butta Toa itu, ada istilah ‘ Rabu Keramat’. Artinya, setiap hari Rabu mereka siap- siap untuk mendengarkan pengumuman mutasi.

Kebiasaan tersebut dibawa Nurdin Abdullah hingga akhir masa jabatannya. Tidak diketahui secara pasti mengapa Nurdin suka menggelar mutasi pada hari Rabu.

Nurdin yang akrab disapa Prof Andalan itu juga tak segan- segan mencopot pejabatnya walaupun baru dilantik.

Di awal masa pemerintahannya tahun 2008 silam, jabatan yang selalu berganti- ganti salah satunya adalah Kabag Humas. Awalnya dijabat oleh Joni Tambing. Kurang lebih dua bulan Joni diganti oleh Rais Rahman.

Tak lama kemudian, Rais Rahman dimutasi dan digantikan oleh Syahrul Bayan yang kini menjabat Kadispora Bantaeng.

Nurdin beralasan mutasi dilakukannya guna mempercepat akselerasi pembangunan. Pejabat yang tak bisa mengikuti ritmenya harus siap- siap diganti.

Usai dilantik menjadi Gubernur Sulsel, Rabu (05/09/2018) lalu, Nurdin kepada wartawan mengaku tahu mana pejabat pemprov yang loyal dan tidak. ” Pejabat itu harus ikut irama pimpinan,” katanya.

Apakah tradisi ‘ Rabu Keramat’ di Bantaeng juga akan diterapkan Prof Andalan di Pemprov Sulsel?( adn)