Soal Pelayanan Ambulance di Latimojong Luwu, Pegawai Sebut Karena Akses Sulit

245
Mardi Mading SKM, Pegawai di PKM Latimojong
ADVERTISEMENT

BELOPA — Pegawai di PKM Kecamatan Latimojong, Mardi Mading, SKM mengungkapkan, selama ini mobil ambulance standby melayani masyarakat yang membutuhkan. Kapanpun dibutuhkan, ambulance siap. Hanya saja, karena faktor akses jalan yang sulit, jarak dan keterbatasan petugas di daerah Latimojong menyebabkan beberapa pasien tak bisa dilayani.

Hal ini diungkapkan Mardi menyusul adanya keluhan warga Desa Pajang, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu yang terpaksa menyewa mobil hartop untuk membawa pasien le RSUD Batara Guru Belopa baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

” Saya sendiri yang membawa mobil ambulance. Pada saat kami ditelpon, mobil ambulance berada di Bajo untuk mengantar pasien lainnya ke RSUD Batara Guru Belopa. Untuk ke Desa Pajang, jaraknya cukup jauh dan kami juga sementara mengurus kelengkapan pasien. Jadi, kami meminta untuk menunggu sembari sopir mengambil mobil. Setelah itu, tidak ada lagi konfirmasi apakah akan diantar atau tidak,” katanya kepada Koran SeruYA.com, Kamis (16/05/2019).

BACA JUGA : Ambulance Tak Stand By di Puskesmas, Warga Latimojong Luwu Terpaksa Sewa Hartop

ADVERTISEMENT

Mardi membantah jika dituding mobil ambulance tidak digunakan untuk masyarakat Kecamatan Latimojong. Buktinya, beberapa hari terakhir ini pihaknya merujuk sejumlah pasien asal dari Desa Pajang, Desa Ulu Salu, Boneposi dan lainnya ke RSUD Batara Guru Belopa.

Dia juga mengungkapkan sebenarnya PKM Pembantu Kecamatan Latimojong yang terletak di Desa Pajang, belum berstatus Puskesmas.
Sehingga, belum memiliki biaya operasional. Selama ini, untuk melayani pasien dan perbaikan onderdil mobil yang rusak menggunakan dana pribadi.

ADVERTISEMENT

Sopir mobil ambulance juga statusnya sukarela dan tidak menerima gaji dari pemerintah. ” Jadi, saya tekankan lagi bahwa bukan faktor kesengajaan ambulance tidak melayani warga. Ini semata-mata karena jarak, akses jalan yang sulit serta keterbatasan petugas,” kata Mardi yang bertugas sebagai Sanitarian pada PKM Pembantu tersebut. (rls/adn)

ADVERTISEMENT