SOSOK INSPIRATIF: DR Hj Nilawati Uly, Komitmen Luar Biasa Hadirkan Lembaga Pendidikan & Layanan Kesehatan di Luwu Raya (1)

471
DR Hj Nilawati Uly, S.Si, Apt, M.Kes
ADVERTISEMENT

DR Hj Nilawati Uly, S.Si, Apt, M.Kes, bersama suami tercinta H. Rahim Munir Said, S.P,.MM tercatat sebagai rektor wanita pertama di Luwu Raya. Dia dilantik menjabat rektor pertama Universitas Mega Buana (UMB) Palopo oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi Prof Dr Jasruddin, M.Si, pada 19 September 2020 lalu.

BAGI kalangan akademisi, nama DR Hj Nilawati Uly, S.Si, Apt, M.Kes, tidaklah asing. Tak hanya dikenal di wilayah Luwu Raya, di tingkat Nasional, Nilawati Uly dikenal sebagai tokoh pendidikan asal Palopo yang berhasil bersama suaminya, H. Rahim Munir Said, S.P,.MM, merintis dan memajukan UMB Palopo. Berkat kegigihannya, UMB yang dulunya didirikan sebagai STIKES Mega Buana, tercatat sebagai salah satu perguruan tinggi bidang kesehatan di Sulsel yang telah go internasional.

ADVERTISEMENT

Tepat peringatan Hari Jadi Luwu ke-753 tanggal 21 Januari 2021 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-75, yang diperingati tanggal 23 Januari 2021, KORAN SERUYA mengulas khusus kiprah DR Hj Nilawati Uly, S.Si, Apt, M.Kes.

Bagi redaksi KORAN SERUYA, Nilawati Uly adalah sosok Wija To Luwu yang masih muda dan telah banyak membantu pemerintah daerah membangun daerah di bidang pendidikan dan kesehatan. Banyak inspirasi yang bisa dipetik dari lulusan S3 Ilmu Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar dengan raihan cum claude ini, bagi generasi muda di daerah ini, terutama komitmennya yang sangat kuat ikut memajukan daerahnya melalui bidang pendidikan dan kesehatan.

ADVERTISEMENT

Kehadiran Universitas Mega Buana Palopo dan RS Mega Buana adalah bukti nyata komitmen Nilawati Uly menghadirkan layanan bidang pendidikan dan kesehatan berkualitas di Luwu Raya, terutama di Kota Palopo.

Komitmen luar biasa Nilawati Uly di bidang pendidikan untuk daerah asalnya bermula saat bersama suaminya mendirikan STIKES Mega Buana Palopo, 22 Juni 2009 silam. Kampus STIKES Mega Buana dirintis pertama kali di Jalan Veteran, Kota Palopo. Beberapa petak bangunan sederhana di atas lahan yang dibeli bersama suaminya di Jalan Veteran tersebut menjadi tonggak pertama berdirinya kampus yang saat ini telah berdiri kokoh dan megah.

Bahkan, setelah 11 tahun melahirkan ribuan alumni, tepat tanggal 24 Agustus 2020 lalu, STIKES Mega Buana Palopo berubah status menjadi Universitas Mega Buana atau disingkat UMB Kota Palopo. Tepat tanggal 1 September 2020 lalu, Surat Keputusan (SK) Kemendikbud tentang perubahan status STIKES Mega Buana menjadi UMB Palopo diserahkan oleh LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi kepada Nilawati Uly, yang sekaligus sebagai rektor pertama UMB.

Saat dilantik menjabat rektor UMB, tanggal 19 September 2020 lalu, Nilawati Uly melalui sambutannya, mengisahkan bagaimana pihaknya dari titik nol merintis dan mendirikan STIKES Mega Buana, yang saat ini telah berubah status menjadi UMB Palopo.

Di hadapan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi Prof Dr Jasruddin, M.Si, dan para tamu undangan, Nilawati Uly berkisah, bahwa pendirian STIKES Mega Buana berawal saat dirinya bersama suami tercintanya, H. Rahim Munir Said, S.P, MM, yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Mega Buana, berada di Kota Makassar bertemu dengan para siswa yang baru lulus SMA. Mereka berdatangan ke Kota Makassar untuk mengikuti bimbingan belajar (Bimbel) masuk perguruan tinggi.

Berawal dari situ, Nilawati Uly dan suaminya terpanggil untuk menyediakan Bimbel di Kota Palopo, bagi anak-anak Palopo agar tidak lagi jauh-jauh ke Kota Makassar hanya untuk mengikuti Bimbel. Keinginan mendirikan Bimbel akhirnya terwujud, dimana pihaknya bekerjasama dengan Primagama mendirikan cabang di Kota Palopo. Ketika dibuka, pesertanya sangat membludak.

Berawal dari Bimbel tersebut, Nilawati Uly bersama suaminya kemudian membeli lahan jalan Veteran, Kota Palopo. Di atas lahan inilah, Kampus STIKES Mega Buana didirikan. Ada beberapa petak bangunan tua dan sangat sederhana menjadi cerita diawal-awal pendirian STIKES Mega Buana. Setahun kemudian, tepatnya tahun 2010, kampus STIKES Mega Buana yang saat ini terlihat kokoh dan megah dirintis pembangunannya. Dan dari kampus tersebut telah banyak melahirkan aluminya. Tak sedikit diantaranya telah mengabdi sebagai PNS di berbagai daerah di Tanah Air.

Yang menarik dari pendirian STIKES Mega Buana, diawal-awal pendiriannya, Nilawati Uly merekrut lulusan kampus untuk dididik dan disekolahkan sebagai pengelola. Walhasilnya, para pejabat kampus mulai WR 1 hingga WR 3, termasuk para ketua program studi adalah alumni STIKES Mega Buana.

Tak kalah pentingnya, Yayasan Pendidikan Mega Buana dalam memajukan lembaga pendidikan tersebut, memeberikan perhatian kepada mahasiswa dengan memberikan beasiswa pada mahasiswa kurang mampu, dan memfasilitasi alumninya bekerja.

Seiring semakin majunya STIKES Mega Buana, Nilawati Uly bersama sang suami tercinta mendirikan sebuah rumah sakit, yang dikenal sebagai RS Mega Buana di Jalan Andi Djemma Palopo. RS ini awalnya sebuah hotel, yang dialihfungsikan sebagai RS.

Rupanya, ide Nilawati Uly mengalihfungsikan hotel tersebut menjadi RS, ikut mendorong semakin majunya STIKES Mega Buana Palopo. Sebab, di RS tersebut, mahasiswa STIKES Mega Buana bisa mengadakan praktek, termasuk sebagian alumninya direkrut sebagai pekerjanya. Bahkan, RS Mega Buana hadir sebagai salah satu RS terbaik di Kota Palopo yang telah ikut mendukung Pemerintah Kota Palopo menyiapkan sarana bidang kesehatan bagi masyarakat.

Walikota Palopo, HM Judas Amir, saat meresmikan RS Mega Buana, 28 Nopember 2016 lalu, menyampaikan ucapan terimakasih kepada Nilawati Uly dan suaminya, yang telah mendirikan RS pertama yang dilengkapi berbagai peralatan medis modern, termasuk gedung yang dilengkapi lift.

Saat itu, Judas Amir menyebutkan, hadirnya RS Mega Buana yang tengah Kota Palopo, di lokasi strategis, telah ikut mendukung program pemerintah bidang kesehatan. Sebab, Pemkot Palopo dibawah kepemimpinan Judas Amir, memprogramkan kesehatan paripurna bagi masyarakat Kota Palopo. “Hadirnya RS Mega Buana secara langsung mendukung program saya selaku Walikota Palopo, yakni program kesehatan paripurna,” kata Judas Amir, kala itu.

Kembali ke STIKES Mega Buana yang telah berubah status menjadi UMB, Nilawati Uly yang juga Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah IX Sulawesi Komisariat Tana Luwu dan Tana Toraja, sangat gigih memajukan lembaga pendidikan yang dipimpinnya.

Berbagai kerjasama dirintis dan dijalin dengan berbagai lembaga pendidikan tidak hanya di Tanah Air, tetapi berbagai lembaga di luar negeri. Berbagai kerjasama itu dirintis sejak tahun 2009, seperti kerjasama dengan beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia dan luar negeri, seperti Malaysia, Thailand, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, India, Philadelphia-Amerika Serikat.

“Yang paling membanggakan, Alhamdulillah, setelah perjuangan 12 tahun, STIKES Mega Buana telah berubah status menjadi Universitas Mega Buana ditandai dengan Surat Keputusan (SK) Kemendikbud tentang perubahan bentuk Stikes Mega Buana Palopo menjadi Universitas Mega Buana tertanggal 24 Agustus 2020 lalu. Yang diserahkan oleh LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi kepada pihaknya 1 September,” ujar Nilawati Uly.

Dan setelah naik kelas jadi universitas, UMB di tahun pertama telah mengelola dua fakultas, yakni fakultas Kesehatan mengelola beberapa program studi, yakni
Program Studi S1 Kebidanan, Profesi Bidan, S1 Keperawatan, Profesi Ners, S1 Kesehatan Masyarakat, D4 Kebidanan. Kedua, Fakultas Bisnis membiana Prodi S1 Kewirausahaan serta S1 Perdagangan Internasional.

Untuk diketahui, STIKES Mega Buana sebelum berubah status jadi UMB telah menorehkan banyak prestasi baik tingkat Regional dan Nasional. Berbagai prestasi tersebut, yakni berdasarkan pemeringkatan Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta Se Indonesia, Kementerian Pendidikan & Kebudayaan RI Tahun 2020 STIKES Mega Buana Palopo berada pada Peringkat 275 dari total 2.136 Perguruan Tinggi Se Indonesia, dan peringkat 129 di klaster 4 dari 400 Perguruan Tinggi se Indonesia.

Untuk LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, STIKES Mega Buana berada pada peringkat 16 dari 237 Perguruan Tinggi se Sulawesi. Sementara pada Tingkat STIKES di Wilayah LLDIKTI IX Sulawesi, STIKES Mega Buana Palopo berada di Peringkat 1.

Pada LLDIKTI IX Awards, STIKES Mega Buana mendapatkan penghargaan atas Prestasi Perguruan Tinggi Swasta Akademik dengan Peningkatan Kinerja Tertinggi Kategori Sekolah Tinggi pada Wilayah LLDIKTI IX, Penghargaan langsung diserahkan Kepala LLDIKTI Prof. DR. Jasruddin, M.Si kepada Rektor Universitas Mega Buana, DR. Hj Nilawati Uly, S.Si, Apt, M.Kes, Minggu, 13 Desember 2020, di Hotel Claro, Makassar. (***)

ADVERTISEMENT