Ssst… Ada yang Bela Nurdin Abdullah di Sosmed, Katanya Penangkapannya itu Konspirasi dari “Om Kumis” Siapa Tuh?

1992
ADVERTISEMENT

JAKARTA–Sosial media dihebohkan dengan munculnya sosok pembela Nurdin Abdullah.

Di grup WhatsApp, kini divirali dengan link-link (tautan video) berjudul “Ada apa dengan KPK..?” yang diunggah di channel YouTube Aoki Vera pada Senin (1/3/2021), kemarin.

ADVERTISEMENT

Video viral itu membahas soal Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah yang ditangkap petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga menerima suap senilai total Rp5,4 miliar dari beberapa pengusaha.

Nurdin Abdullah sendiri saat ini masih menjalani proses pemeriksaan penyidik KPK setelah ditetapkan Tersangka bersama dengan Sekretaris Dinas PUTR Sulsel, Edy Rahmat dan koleganya, Agung Sucipto, direktur PT Agung Perdana Bulukumba.

ADVERTISEMENT

Agung Sucipto adalah penyuap, sedangkan Edy Rahmat adalah perantara suap.

Vera dalam tangkap layar (screenshot) akun Instagram @jeneponto_info

Dari OTT (operasi tangkap tangan) di Makassar, Sulsel, Jumat – Sabtu (26-27/2/2020) malam hingga dini hari, petugas KPK mengamankan barang bukti uang tunai dalam sebuah koper senilai Rp2 miliar.

Nurdin Abdullah ditangkap di Rujab Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Sabtu, pukul 02:00 Wita, saat dia sedang tidur.

“Tentang KPK yang lagi asyik bobo siang tiba-tiba loncat ke Sulsel OTT dengan drama. OTT-nya di mana? Yang ditangkap orang yang lagi tidur. Gitu kan?” kata Aoki Vera Kurniawati, sosok perempuan dalam video.

Aoki Vera menuding penangkapan Nurdin Abdullah adalah drama guna menjatuhkan gubernur usungan PDIP, PKS, dan PAN itu.

Dia bahkan menyebut ada sosok “Om Kumis” di balik drama itu karena, kata dia, sosok Nurdin Abdullah susah diatur dan tidak mau menuruti permintaan.

“Sekarang, Pak Gubernur agak sedikit strength di saat ada permintaan ‘taroh ini dong di sini, taroh ini dong di sini, taroh ini dong di sini’. Pak Gub tidak bisa mengiyakan orang tersebut. Akhirnya mau nggak mau, Pak Gubnya yang didepak keluar dengan drama OTT-nya, dimana yang ditangkap orang yang lagi tidur,” tutur Aoki Vera.

Dia kemudian membandingkan penggunaan anggaran di Pemprov DKI Jakarta yang tak diusut KPK, padahal menurut dia, ada beberapa yang janggal.

Lalu menyoroti kinerja anggota TGUPP DKI Jakarta, Bambang Widjojanto sekaligus mantan Wakil Ketua KPK.

Bambang Widjojanto disebut telah menerima gaji lebih Rp 1 miliar selama menjadi anggota TGUPP, namun tak jelas kinerjanya.

Aoki Vera mengeritik Bambang Widjojanto setelah menyoroti korupsi di Sulsel saat Nurdin Abdullah ditangkap.

Sepanjang videonya, Aoki Vera banyak memuji Nurdin Abdullah yang dia sebut sedang mengebut pembangunan infrastruktur di Sulsel dan jago bahasa Jepang.

Namun, ada yang tak suka dengan Nurdin Abdullah sehingga dicarikan jalan agar segera lengser, kemudian digantikan oleh wakilnya, Andi Sudirman Sulaiman.

Dia menyebut ada skenario mengangkat Andi Amran Sulaiman, mantan Menteri Pertanian RI sekaligus kakak kandung Andi Sudirman Sulaiman, menjadi Wapres RI.

Skenario itu menurutnya, dimainkan “Om Kumis”.

Entah siapa yang dimaksud dengan “Om Kumis”.

“Jadi siapa pun yang susah untuk disetir Om Kumis harus didepak ceritanya,” kata Aoki Vera melansir Tribun News.

Kata dia lagi, mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok termasuk yang pernah dilengserkan “Om Kumis”.

“Om Kumis menyutradarai agar BTP (Ahok) dipenjara,” kata dia.

Saat diintip Koran Seruya di Youtube-nya, nampak video berdurasi 10 menitan itu sudah ditonton 102.457 kali oleh netizen penggemar “drama politik”.

Berikut videonya:

 

(*)

ADVERTISEMENT