Tiga Minggu Usai Lima Peluru Bersarang di Tubuh Ilham, Kapolres Lutra Lakukan Pemeriksaan Senpi

1400
ADVERTISEMENT

LUTRA — Kapolres Luwu Utara, AKBP Irwan Sunuddin, bersama anggota Propam dan Logistik melakukan Pemeriksaan rutin Senjata Api anggota di Halaman Mapolres Luwu Utara, Kamis (21/10/21).

Pemeriksaan kelengkapan senjata dilakukan setelah pelaksanaan apel pagi, kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh anggota.

“Pemeriksaan ini rutin kami lakukan untuk mengetahui kondisi senpi yang ada di Polres maupun Polsek jajaran,” ujarnya.

Selain pengecekan senjata api Kapolres juga memeriksa kelengkapan administrasi anggota yang memegang senpi yaitu Surat Ijin Membawa dan Menggunakan Senjata Api.

ADVERTISEMENT

Dalam kegiatan tersebut Kapolres Luwu Utara Irwan Sunuddin, juga menegaskan kepada anggota yang memegang senpi agar selalu waspada dan tidak ceroboh dalam membawa maupun menggunakan senjata api, tidak ada lagi yang mengcrome senjata api. Bagi anggota yang memengang senpi agar selalu menjaga kebersihan senpi dan kedepan akan dilaksanakan uji psiko dan latihan menembak.

“Gunakan senpi sebaik mungkin dan pedomani SOP yang berlaku, dan dalam pelaksanaan tugas agar minimal dua orang dalam proses pengeledahan sehingga menimalisir terjadi perebutan senjata,” kata Kapolres Lutra.

Diketahui, tiga minggu lalu seorang warga Kota Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, ditembak sebanyak lima kali oleh anggota Polres Luwu Utara. Ilham ditembak saat akan ditangkap di rumahnya, Sabtu malam lalu, 9 Oktober 2021.

Akibat penembakan itu, Ilham dirawat di RSUD Andi Djemma Masamba akibat mengalami luka-luka dan kritis. Menurut Hamka, salah seorang keluarga korban, Ilham mengalami luka tembak di lutut, bagian bawah perut, dan 2 luka tembak di paha, serta beberapa luka di tubuhnya hingga mendapatkan 8 jahitan.

Ilham sendiri terlibat dua kasus tindak pidana, yakni kasus penganiayaan pada November 2020, dan kasus pembakaran pada Januari 2021.

Ilham terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat akan ditangkap. Dia menyerang polisi dengan senjata tajam, sehingga ditembak pada paha sebanyak 4 kali dan punggung satu kali. (byu/liq)

ADVERTISEMENT