UTD RSUD Sawerigading Belum Donor Darah, dr Yanty : Tunggu Izin dari Walikota

273
Jajaran dan direksi RSUD Sawerigading foto bersama walikota usai peresmian gedung UTD RSUD Sawerigading beberapa waktu yang lalu.
ADVERTISEMENT

PALOPO — Gedung instalasi Unit Transfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawerigading kota Palopo telah diresmikan oleh Walikota, HM Judas Amir pada Senin (24/6/2019) lalu.

Meski telah beroperasi, namun gedung tersebut baru sebatas bank darah. Belum melakukan kegiatan donor darah. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Instalasi UTD, dr Yanty Tandirogang Jumat (23/8/2019). “Kita belum bisa buat kegiatan donor, baru sebatas bank darah. Kita masih ambil darah dari PMI kota Palopo,” katanya.

ADVERTISEMENT

Saat ini, lanjut dr Yanty mengaku pihaknya masih menunggu izin operasional donor darah. Di mana tim visitasi dari provinsi telah melakukan kunjungan belum lama ini.

“Kami sementara menunggu izin tersebut, insya Allah dalam waktu dekat ini. Karena tim dari provinsi telah melakukan visitasi beberapa waktu yang lalu. Hasil dari visitasi itu, provinsi akan mengeluarkan rekomendasi kepada walikota. Kemudian walikota yang mengeluarkan izinnya,” jelas dr Yanty. “Kalau izinnya sudah ada, kita akan langsung launching,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Walikota Palopo mengaku bersyukur atas peresmian UTD RSUD Sawerigading. “Kita bersyukur, ada lagi sarana penunjang pelayanan,” kata walikota. Ia berharap, layanan ini bisa meningkatkan kualitas pelayanan yang semakin baik di RSUD Sawerigading.

“Terimakasih, selama ini ada PMI. Tapi ada kelemahannya bagi RS karena jaraknya yang cukup jauh. Hadirnya UTD ini adalah antisipasi,” tambahnya.

Sementara itu, Dirut RSUD Sawerigading, dr Nasaruddun Nawir mengatakan kebutuhan darah terus meningkat. Dari data Bank Darah RSUD Sawerigading, rata-rata setiap bulannya digunakan 180 kantong darah di RSUD Sawerigading.

“Kehadiran UTD ini sangat perlu untuk memudahkan layanan pasien secara prima dan paripurna,” kata dr Nasar. Pasien maupun keluarga pasien tidak akan ke PMI lagi untuk kebutuhan darah. Tapi langsung ke UTD.

“Pelayanan pertolongan akan lebih cepat. Kita bisa bayangkan pengambilan darah di PMI akan memakan waktu. Dengan adanya UTD ini, layanan bisa lebih dipercepat sehingga pertolongan pertama ke pasien segera dilakukan,” jelasnya. (asm)

ADVERTISEMENT