Wabup Luwu Bongkar Drainase ‘ Aneh’ Rp 140 Juta di Desa Senga Selatan

4264
ADVERTISEMENT

BELOPA — Sebuah proyek drainase di Perumahan PNS Desa Senga Selatan, Kecamatan Belopa, diperintahkan untuk dibongkar oleh Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak, Rabu (04/09/2019) siang.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat Oleh Seruya Poll

Drainase tersebut dibongkar lantaran tidak sesuai dengan prosedur dan tampak aneh. Mestinya, drainase untuk mengalirkan air tetapi faktanya lain.

Pada bagian ujung drainase sebelah utara, tidak terhubung dengan drainase yang sudah ada, sehingga air tidak dapat mengalir keluar.

Begitu juga dengan ujung sebelah selatan, juga tidak dapat mengalirkan air. ” Drainase ini aneh karena menutup semua aliran air. Makanya, saya perintahkan untuk dibongkar. Kontraktornya harus memperbaikinya,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

Saat dilakukan pembongkaran, Syukur Bijak ditemani sejumlah pejabat dari Dinas PUPR Luwu.

Diketahui, proyek ini nilai anggarannya Rp 140 juta dari APBD 2019.

ADVERTISEMENT
Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Utara 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Arsyad Kasmar-Andi Sukma (AKAS)
2. Indah Putri Indriani-Suaib Mansur (IDAMAN)
3. Thahar Rum-Rahmat Laguni (MATAHARI)
Created with Seruya Poll

Dany Mahendra, Kepala bidang Cipta Karya, Dinas PUPR Luwu, mengatakan dirinya sudah menegur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut.

Dia mengaku sudah dua kali menyampaikan masalah ini ke rekanannya.

“Memang kurang tepat kalau seperti ini cara kerjanya, dan sudah dua kali saya sampaikan baik pada PPKnya maupun ke rekanannya langsung,” kata Dani.

Dia menyayangkan cara kerja rekanan seperti itu, dan PPK yang tidak bisa memaksimalkan, mengarahkan rekanan bekerja sesuai fungsi konstruksi.

“Faktanya drainase ini dibuat justru menutup aliran air, kan konyol. Ini dikerjakan menggunakan uang negara bukan uang pribadi PPK atau rekanan, mereka harus bertanggungjawab,” kata Aminuddin warga Belopa. (fit)

ADVERTISEMENT