Proyek Talud di Desa Muktitama Baebunta Selatan Disorot, Betulkah Diduga Beraroma Korupsi?

101
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM — Pembangunan talud di Dusun Kalidong dan Dusun Campao, Desa Muktitama, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara, anggaran biaya pembuatannya hampir mencapai angka 1 juta rupiah permeter, tepatnya ada yang Rp860 ribu per meter dan ada juga yang Rp940 ribu per meter.

Humas dan Dana Karang Taruna Desa Muktitama, Ahmad merasa agak janggal, atas dua pembangunan talud tersebut yang dikerjakan dengan angka yang cukup fantastis.

ADVERTISEMENT

“Bukan hanya angka yang hampir mencapai satu juta rupiah permeter tetapi banyak juga perkerjaan lainnya yang tidak sesuai dengan prosedur yang ada,” kata Ahmad pada awak media, Jumat (4/6/2020).

Ahmad juga mengatakan bahwa setiap pekerjaan yang ada di Desa Muktitama selalu dikerjakan oleh anggota BPD (Badan Pengawasan Desa).

ADVERTISEMENT

“Pekerjaan yang ada di Desa ini terkadang yang melakukannya adalah anggota BPD dan Kepala Dusun setempat. Terkadang juga diborong oleh pemerintah Desa,” akunya.

Sementara itu, Kepala Desa Muktitama, Sulseng Patabang saat dikonfirmasi menuturkan bahwa pembangunan talud bagian kiri bahu jalan di Dusun Kalidong yang dibangun pada tahun 2018 dengan menggunakan anggaran sebesar Rp215.646.500 dengan volume panjang 250 meter.

“Sedangkan Talud sebelah kanan di Dusun Campao-Kalidong itu dibangun dengan anggaran senilai Rp.141.129.300,00 (Seratus Empat Puluh Satu Juta Seratus Dua Puluh Sembilan Ribu Tiga Ratus Rupiah) dengan volume panjang 150 meter, tahun anggaran 2019,” pungkasnya.

Saat disinggung soal BPD, Kepala Dusun dan Pemerintah setempat yang sering melakukan pekerjaan yang ada di Desa Muktitama, sang Kades membantah hal tersebut.

“Itu tidak benar dan pekerjaan selama ini dilakukan harian,” ujarnya.

Sementara itu Kapolsek Baebunta, Iptu Rodo Manik saat dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan bahwa jika memang ada indikasi korupsi pihaknya akan mengkoordinasikan ke unit Tipikor untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kita baru mau cek rencana anggaran biaya (RAB) Desa Muktitama terkait dengan beberapa pekerjaan yang ada di desa tersebut, tunggu saja,” tandasnya. (*/iys)

ADVERTISEMENT