Ahok Disiapkan Jadi Komisaris Utama Pertamina, Jokowi Bilang Begini

443
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

JAKARTA–Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hampir dipastikan mengisi jabatan strategis di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal itu ditegaskan dengan kehadiran Ahok di kantor Kementerian BUMN, Rabu (13/11) lalu.

Dilansir KORAN SeruYA dari Kumparan, datang sekitar pukul 09.38 WIB, Ahok berada di ruangan Menteri BUMN Erick Thohir sekitar 1,5 jam. Sumber kumparan dari kalangan partai politik, menyebut ahok akan menempati pos sebagai Komisaris Utama Pertamina.

“Di jajaran komisaris, komisaris utama. Bukan direksi sumber di Kementerian BUMN.

Sebenarnya siapa yang mendorong agar Ahok menjadi Komisaris Utama Pertamina? Ada kabar bahwa itu merupakan keinginan Presiden Jokowi. Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan apa-apa dari Istana.

Direktur Riset Core Indonesia Piter Abdullah menilai, Ahok sangat tepat apabila ditempatkan di Pertamina. Salah satu harapannya adalah Ahok mampu memberantas mafia minyak dan gas (migas). “Saya berharap sih di Krakatau Steel. Tapi kalau di Pertamina boleh juga, melawan mafia,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga memastikan Ahok akan menduduki jabatan vital dan strategis di salah satu BUMN. Ahok juga harus memenuhi penilaian dari Tim Penilaian Akhir (TPA).

Hanya saja untuk sektor atau BUMN mana yang akan diduduki Ahok, dia enggan menyebut. Yang jelas, menurut Arya, Ahok akan mengisi BUMN di sektor yang butuh perhatian dan berpengaruh terhadap banyak orang. “Di sektor yang kita lihat butuh perhatian besar yang memengaruhi banyak orang,” tegasnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut memberikan tanggapannya terkait dengan masuknya mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaha Purnama alias Ahok ke BUMN. Jokowi mengatakan bahwa hal tersebut tidaklah lepas dari kerja Ahok sebelumnya di pemerintahan. “Kita tahu kinerjanya pak Ahok,” kata Jokowi di Istana Negara, Kamis (14/11/2019).

Saat ditanyakan apakah dirinya yang merekomendasikan nama Ahok, Jokowi tidak menjawabnya. Dia mengatakan bahwa saat ini masih proses seleksi. “Kita kan tahu kinerjanya. Penempatannya dimana, itu proses seleksi yang ada di Kementerian BUMN,” tuturnya. Baca: Dipanggil Erick Thohir, Ahok Bakal Jadi Dirut BUMN

Terkait posisi Ahok di BUMN nantinya, Jokowi pun tidak memberikan jawaban. Dia hanya mengatakan bisa sebagai komisaris maupun direksi. “Bisa dua-duanya tapi pakai proses seleksi. Masih dalam proses. Jadi ini masih dalam proses seleksi,” tuturnya.

Menanggapi status Ahok sebagai mantan napi, dia meminta hal tersebut untuk ditanyakan kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara. “Tanyakan ke Menteri BUMN,” pungkasnya. (***/cbd)