Alhamdulillah…Harga Lada di Luwu Timur Mulai Stabil, Rp 70 Ribu/Kilogram

287
ADVERTISEMENT

LUTIM — Harga jual hasil bumi jenis lada di Kabupaten Luwu Timur di tahun 2022 ini mulai stabil di angka Rp70 ribu per kilonya. Bahkan diperkirakan akan mengalami kenaikan.

Kepala Bidang Perkebunan di Dinas Pertanian Luwu Timur, Muhtar mengatakan pergerakan harga tersebut masih terbilang baik, bahkan ia meyakini harga tersebut akan naik lagi.
Harga merica sebelumnya sangat turun drastis, bahkan pernah mencapai Rp30 Ribu per kilogram, sementara di masa jayanya dulu pernah mencapai Rp 150 per kilo di tahun 2015.

ADVERTISEMENT

“Alhamdulillah, sudah di angka 70 Ribu per kilogram, Harga ini sudah dianggap mulai stabil,” kata Muhtar, Kamis (29/9/2022). Muhtar pun tak menampik, dimana sebelumnya petani lada sempat terpuruk dengan Harga yang turun drastis. Sehingga membuat banyak petani lada yang tinggalkan kebunya, bahkan ada yang dijual.

Sehingga, melihat kondisi harga sekarang yang saat ini sudah menyentuh Rp70 ribu itu sudah sedikit membantu petani lada. “Artinya semangat dan gairah petani untuk memilihara dan mengurus kebunya itu kembali lagi. Lada ini kan komoditi ekspor, jadi yang namanya fluktuasi harga itukan biasa,” ungkapnya.

“Harga itukan ditentukan kondisi perdagangan global, bayaranya kan lebih besar di luar negeri yang di Ekspor,” sambung Muhtar. Ditambahkan Muhtar, di Kabupaten Luwu Timur ada 6 desa di Kecamatan Towuti, yang jadi lumbung lada.

Yaitu desa Bantilang, Masiku, Tokalimbo, Ranteangin dan Loeha. Lima Desa ini mampu menghasilkan puluhan hingga ratusan ton merica setiap tahunnya. Sebagai Informasi, luas areal tanaman lada di Kabupaten Luwu Timur mencapai 5.926,13 hektar dan disebut terbesar di Sulawesi.

Sementara jumlah produksi mencapai 4.174,36 ton dan produktivitas rata2 tertinggi se indonesia sebesar 1,5 ton/ha/tahun. Itu sesuai data dari Dinas Pertanian Luwu Timur tahun 2021, luas lahan terbagi di 11 kecamatan.

Kecamatan Towuti yang paling luas lahan merica dengan 3,832 ha, Wa6suponda 699 ha, Burau 262 ha, Malili 278 ha. Selain itu, Tomoni 168 ha, Nuha 130 ha, Wotu 102 ha dan sisanya tersebar di kecamatan lain.

Adapun sentra produksi Lada Luwu Timur tersebar di empat kecamatan yaitu ; Towuti, Nuha, Wasuponda dan Malili.(rah/roy)

ADVERTISEMENT