Analisis Data Pengukuran Stunting Dinkes Palopo, Tiga Tahun Terakhir, Stunting Turun

235
Dinas Kesehatan Kota Palopo merilis hasil analisis data pengukuran stunting Kota Palopo tahun 2022. (Foto : Michael Gani)
ADVERTISEMENT

PALOPO — Dinas Kesehatan Kota Palopo merilis hasil analisis data pengukuran stunting Kota Palopo tahun 2022. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Ceria Amaliya menjelaskan sejak tiga tahun terakhir terjadi penurunan prevalensi stunting di Kota Palopo dari 8,33 persen tahun 2020 menjadi 4,2 persen tahun 2021.

Untuk tahun 2022 turun lagi menjadi 3,24 persen. Untuk jumlahnya ialah tahun 2020 sebanyak 531, tahun 2021 sebanyak 421 dan mengalami penurunan tahun 2022 menjadi 344 kasus stunting.

ADVERTISEMENT

Kecamatan yang paling tinggi penurunan prevalensi stunting berada di tiga kecamatan yaitu Wara Selatan dengan prevalensi stunting dari 19,1 persen pada tahun 2020 menjadi 3,7 persen pada tahun 2022.

Ada juga Kecamatan Wara Barat dari 18,7 persen pada tahun 2020 menjadi 7,9 persen pada tahun 2022. Sementara Kecamatan Wara dari 5,7 persen pada tahun 2020 menjadi 2 persen di tahun 2022.

Faktor determinan yang sangat mempengaruhi kejadian stunting di Palopo adalah perilaku merokok, riwayat ibu hamil dan penyakit penyerta lainnya. Dimana saat ini kebiasaan merokok bukan hanya masalah orang dewasa namun juga marak di kalangan anak dan remaja.

Pemerintah Kota Palopo melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DPPKB) telah melakukan beberapa intervensi dalam rangka percepatan penurunan stunting baik intervensi spesifik maupun intervensi sensitif.

Salah satunya dengan adanya program Bapak dan Bunda Asuh dengan pemberian makan tambahan berbasis pangan lokal yang diadakan di beberapa bulan terakhir. Serta pembentukan tim prercepatan penurunan stunting Kota Palopo.

“Diharapkan adanya koordinasi dan dukungan dari berbagai pihak di luar pemerintah untuk berkonvergensi/terpadu dalam proses percepatan penurunan stunting agar dapat mewujudkan Kota Palopo bebas stunting atau zero stunting ditahun 2024,” jelas Ceria Amaliya. (mic)

ADVERTISEMENT