Banjir Kecamatan Bua Berdampak di 4 Desa, Satu Kelurahan

131
ADVERTISEMENT

LUWU–Derasnya curah hujan yang mengguyur Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, mengakibatkan beberapa desa di kecamatan tersebut terendam banjir, yang disertai kilatan petir.

Diketahui bahwa turunnya hujan sejak sekitar pukul 19:00 (WITA)
Selain berdampak ke 4 desa dan satu kelurahan air juga merendam ruas jalan.

ADVERTISEMENT

Ketinggian air mencapai antara mencapai 40 sentimeter hingga satu meter.

Terkat dengan hal itu warga Desa Sakti, Kecamatan Bua yang dihubungi menjelaskan bahwa ada beberapa desa yang saat ini terkena banjir.

ADVERTISEMENT

“Ada 4 desa yang saat ini terendam banjir yaitu Desa Pa’baresseng, Desa Sakti, Desa Barowa, dan Desa Raja (Balambang). Sedangkan Banjir di Pa’baresseng dan Desa Sakti akibat luapan air Sungai Bua, sedangkan banjir Balambang akibat luapan Sungai Kandoa sampai ke Pasar Bua hingga ke depan kantor Camat Bua. Lapangan pun juga ikut tergenang “. Kata Maya yang di hubungi Via WhatsApp. Jumat malam (26/3/2021) pukul 23:46 (WITA).

Tak hanya itu, Kepala Desa (Kades) Pa’baresseng, Bugedang yang dihubungi langsung via telepon selulernya menjelaskan akibat hujan yang cukup deras sehingga air meluap.

“Ketinggian tadi, mulai pukul 19:00 (WITA) hingga pukul 22:00 (WITA). Mencapai 40 centimeter. Dan yang dimuara itu mencapai sekitar 93 Centimeter, tepatnya di Desa saya (Desa Pa’baresseng). Kata Bugedang

“Adapun banjir yang terparah ada empat dusun. Yaitu Dusun Kapopang, Dusun Moladimeng, Dusun Salukaroe, dan Dusun Labuang. Hampir semua aktifitas lahan warga, dan rumah juga banyak yang terendam. Dan sementara ini kami masih mengumpulkan data”

“Hujan yang turun, debit air cukup tinggi. Secara bersamaan dengan air pasang laut, sehingga mengakibatkan air meluap ke permukaan warga. Dan tidak hanya berdampak pada desa kami(Desa Pa’baresseng ) beberapa desa juga berdampak dan satu kelurahan”. Jelasnya Sabtu Dini hari (27/3/2021) pukul 01:03 (WITA).

Selain itu, beberapa video yang beredar yang menampilkan warga sedang berteriak meminta bantuan lantaran banjir yang masuk ke dalam rumah. Dan air nampaknya berwarna kecoklatan dan berlumpur.

(Mita)

ADVERTISEMENT