Bank Sulselbar Palopo-OJK Sosialisasi Keuangan ke Masyarakat

551
BankSulselbar Cabang Palopo bekerjasama dengan OJK menggelar sosialisasi Edukasi Keuangan kepada masyarakat di Kantor Kelurahan Tompotikka, Kecamatan Wara Senin (18/3/2019).
ADVERTISEMENT

PALOPO — BankSulselbar Cabang Palopo bekerjasama dengan OJK menggelar sosialisasi Edukasi Keuangan kepada masyarakat di Kantor Kelurahan Tompotikka, Kecamatan Wara Senin (18/3/2019).

Kegiatan yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan masyarakat di kelurahan Tompotikka ini menuntut warga untuk mengenal investasi saham melalui pasar modal dan mewaspadai investasi saham bodong yang bisa membahayakan masyarakat saat ini.

ADVERTISEMENT

Selain dalam sosialisasi ini Bank Sulselbar KCU Palopo mengenalkan masyarakat terkait kredit KUR dengan suku bunga 7 % yang ditawarkan oleh Banksulselbar KCU Palopo.

Kepala Kantor Banksulselbar KCU Palopo, Ruslan LB saat dalam sosialisasi tersebut menyebutkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) ini telah ada sejak tahun 2016. Dengan suku bunga pada saat itu yakni senilai 9% dan terus menurun hingga pada tahun 2018 mencapai 7 %.

ADVERTISEMENT

Di mana kredit KUR sasarannya adalah para pengusaha UKM agar dapat meningkatkan usahanya agar lebih maju dan lebih baik lagi.

“Pada tahun 1998, Indonesia pernah mengalami krisis moneter namun hal ini tidak berdampak kuat di Sulawesi Selatan dan Palopo, perputaran ekonomi tetap stabil, hal ini disebabkan oleh pertumbuhan UKM dikota Palopo yang cukup besar,” katanya.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut dia menambahkan kepada para peserta yang hadir agar dalam mengambil kredit KUR ini dengan tujuan yang baik.

“Jangan karena keinginan untuk memiliki barang tertentu, melainkan kebutuhan untuk mengembangkan usaha agar lebih maju dan survive,” sebutnya.

Sementara itu, Deputy Direktur Kantor OJK Regional 6 Sulawesi Maluku dan Papua (Sulampua), Ahmad Murad menyebutkan bahwa edukasi yang diberikan OJK bekerjasama dengan Banksulselbar pada saat ini adalah sebagai bentuk kerjasama OJK sebagai mitra pemerintah untuk mengenalkan kepada masyarakat tentang keuangan.

Karena menurut hasil survei OJK secara nasional baru 29 % persen yang mengenal literasi keuangan sementara untuk wilayah Sulawesi Selatan baru mencapai 28%. OJK Palopo menargetkan tahun ini bisa mencapai 75%.

Ditambahkan Ahmad Murad terkait dengan penyedia jasa peminjaman online yang saat ini yang banyak beredar di dunia maya agar lebih waspada.

“Kepada para calon debitur agar sebaiknya memeriksa terlebih dulu legalitas dari penyedia jasa pinjaman online tersebut dengan mengunjungi website ojk www.ojk.co.id ,” ujar Ahmad. Menurut Ahmad Murad saat ini yang terdaftar di ojk baru ada 99 perusahaan, sementara itu masih ada 200-an perusahaan yang belum terdaftar di OJK. (jun)

ADVERTISEMENT