Diklat 3 in 1 Barista di Palopo, Kepala Balai Diklat Industri Makassar Jelaskan Makna “Three in One”

323
75 peserta mengikuti DIklat 3 in 1 Barista di Palopo. (Foto: Iccank/Koran Seruya)
ADVERTISEMENT

PALOPO–Pendidikan dan Latihan atau Diklat 3 in 1 Barista pagi tadi mulai dibuka di Auditorium Saokotae, Wara, kota Palopo, Senin 22 Maret 2021.

Diklat Barista ini adalah program Balai Diklat Industri Makassar dan Balai Besar Industri Hasil Perkebunan yang bekerjasama dengan Dinas Perindustrian kota Palopo.

ADVERTISEMENT

Diklat dihelat selama 7 hari, sejak 22-28 Maret 2021, dan diikuti sebanyak 75 orang peserta. Sekitar 90 persen adalah peserta dari dalam kota Palopo sendiri, sisanya dari Luwu Raya.

Prosesi pembukaan Diklat dilakukan oleh Asisten III Setda Palopo, Dr dr HM Ishaq Iskandar MKes yang hadir mewakili Walikota Palopo HM Judas Amir.

ADVERTISEMENT
KET. FOTO: Kiri ke Kanan. Kadis Perindustrian Palopo, Akkaseng, Asisten III HM Ishaq Iskandar, dan Kepala Balai Diklat Industri Makassar, C Elisa M Katili saat pembukaan Diklat 3 in 1, Senin (22/3) di Saokotae Palopo. (Foto: Iccank/Koran Seruya)

Menurut Kepala Balai Diklat Industri Makassar, C Elisa M Katili SH MH yang menghadiri acara pembukaan ini, saat dihubungi Koran Seruya mengatakan, konsep “three in one” dalam pelatihan Barista ini mencakup aspek pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja.

BACA JUGA: Balai Diklat Industri Makassar dan Perindustrian Palopo Gelar Diklat 3 In 1 Barista, Diikuti 75 Peserta, Dibuka Asisten III 

ADVERTISEMENT

“Jadi begitu, kami di Diklat Balai Diklat Industri Makassar Kementerian Perindustrian RI punya konsep 3 in 1, yakni pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja. Pelatihan itu untuk meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia kita dan bermacam-macam bukan hanya kopi, kita juga sering buat Diklat tentang Rumput Laut misalnya, atau pekerjaan mebel (furniture) dan sebagainya,” jelas Elisa.

Elisa melanjutkan, setelah pelatihan, peserta mengikuti sertifikasi kompetensi, ada sertifikat yang diberikan kepada peserta yang dinyatakan lulus.

Dan terakhir, peserta nanti diharapkan ada penempatan kerja, bagi lulusan diklat ini.

“Minimal mereka membuka usaha sendiri dulu, kita upayakan mereka harus mandiri setelah memiliki kompetensi/keahlian di bidang Barista ini. Jika tidak, sertifikat yang didapatkan bisa juga dimanfaatkan untuk melamar di cafe, kedai kopi atau resto hotel yang menyajikan kopi bagi pengunjungnya,” ujarnya.

Dia menutup, “semoga 75 orang peserta yang ikut Diklat 3 in 1 ini ke depan bisa berhasil dan dapat meningkatkan kapasitas kemampuan dirinya menjadi SDM unggul di bidang Barista di kota Palopo, karena tujuan kami memang khusus di bidang itu,” kuncinya.

(*)

ADVERTISEMENT