Bantah Hendak Berbuat Cabul di Atas Mobil, Oknum Dosen di Palopo Ini Sebut Tangannya Gak Sengaja Sentuh Mahasiswinya Saat……

288
ADVERTISEMENT

PALOPO–Kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami Ayu (bukan nama sebenarnya) oleh salah satu oknum dosen pengajar di kota Palopo menjadi semakin menarik saja.

Ini setelah oknum dosen tersebut membantah semua tuduhan yang dilontarkan mahasiswinya itu, yang ramai-ramai diblow up sejumlah media di kota idaman ini, Jumat (29/1) kemarin.

ADVERTISEMENT

Oknum dosen berinisial P (59) yang dilaporkan mahasiswinya itu mengklarifikasi jika itu semua tidaklah benar.

Dihubungi Koran Seruya, via WhatsApp, Sabtu (30/1),  sang dosen mengatakan:

ADVERTISEMENT

“Saya kan hanya menanyakan tugasnya bagaimana, tiba-tiba dia langsung mau menemui saya, saya juga heran sebelumnya dia yang hubungi saya untuk datang kumpulkan tugas, tapi tidak datang, tapi pas saya telpon dia langsung datang padahal saya tidak panggil,” terang P, Sabtu (30/1/2021).

Dosen ini juga membantah jika pada saat korban tiba di lokasi dan masuk ke dalam mobil, langsung mengunci pintu mobilnya.

ADVERTISEMENT

Pria paruh baya ini pun kemudian menceritakan kronologisnya.

Kata dia, jauh sebelumnya, mahasiswi Ayu (bukan nama sebenarnya) pernah ditelepon P untuk mengumpulkan tugasnya. “Jarak rumah Ayu dan saya tidak terlalu jauh, makanya saya heran, mengapa tugas belum dikumpul,” katanya.

Karena itulah, ia pun menelpon mahasiswinya tersebut untuk datang ke rumahnya guna membawa tugasnya sekalian beserta tugas rekan-rekannya. Itu dilakukan pada Kamis (28/01/21) sekira pukul 10.00 Wita.

“Saya hanya menanyakan tugasnya bagaimana, tiba-tiba dia langsung mau menemui saya, saya juga heran, sebelumnya dia yang hubungi saya untuk datang kumpulkan tugas, tapi tidak datang-datang, tapi pas saya yang telepon, dia langsung datang padahal saya tidak panggil,” akunya.

P juga membantah bahwa pada saat si Ayu tiba di lokasi dan masuk ke dalam mobil, langsung mengunci pintu mobilnya.

“Saya tidak pernah mengunci pintu mobil saya, bahkan saat di mobil Ayu sempat curhat pada saya tentang pacarnya yang melarang ia untuk kuliah,” ujarnya.

Lebih lanjut, P menjelaskan, kalau ia melakukan pencabulan dengan meraba tubuh molek Ayu hingga meronta-ronta seperti yang ada di pemberitaan, tentu orang-orang pasti akan berdatangan, karena Lapangan Pancasila adalah tempat keramaian.

“Saat ia hendak keluar dari mobil, dia tidak tahu cara buka pintu, jadi saya bantu dia untuk membukakan pintu. Tapi saya tidak sengaja menyentuhnya (bukan meraba), saya tidak akan mungkin melakukan Pencabulan atau Pelecehan, selain dia mahasiswi saya, dia juga adalah tetangga saya sendiri,” sebut P.

“Sudah di kepolisian katanya, cuma sampai saat ini, saya belum dapat panggilan…,” aku P soal pemanggilan dirinya di Polres Palopo.

“Tadi pagi ke sana, saya tanya mengenai pengejaran, tapi tidak ada katanya…sakit kepalaku nanda tidak bisaka chat….,” tulis P, mengakhiri percakapan saat dikonfirmasi.

(*/har)

ADVERTISEMENT