Hasil Pekerjaan Mulai Rusak, Legislator Hanura Luwu Timur Soroti PT. SMS

1006
Anggota DPRD Luwu Timur, Alpian saat melakukan kunjungan pekerjaan APBD 2020 didampingi Camat Burau
ADVERTISEMENT

Malili – Proyek peningkatan jalan di Desa Kalatiri, dan Desa Batu Putih, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel menuai sorotan dari Anggota DPRD Luwu Timur, Alpian.

Legislator Hanura itu menyoroti pekerjaan peningkatan ruas jalan yang berada di dua desa tersebut lantaran kwalitas pengerjaanya kurang bagus sehingga mulai rusak.

ADVERTISEMENT

Proyek pengerjaan peningkatan jalan yang ada di desa Kalatiri, menelan anggaran APBD tahun 2020 sebesar 1 miliar yang dikerjakan oleh PT. Start Mitra Sulawesi (SMS) sementara selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yakni
Iswan.

Sementara kerusakan juga ditemui di desa Batu Putih proyek peningkatan jalan ini menggunakan APBD 2020 sebesar 1,25 Miliar, yang juga dikerjakan oleh PT. SMS dan selaku PPK yakni Arvan.

Dimana saat melakukan pengecekan pengerjaan, dalam rangka kunjungan kerja terkait pelaksanaan kegiatan APBD tahun 2020, dia menemukan hasil pekerjaan sudah mulai hancur. Padahal menurut Alpian, jika pekerjaan itu belum genap 6 bulan selesai dikerjakan.

“Ini belum ada 6 bulan selesai dikerjakan, tapi kondisinya saat ini sudah rusak,” kata Alpian saat meninjau lokasi pengerjaan yang berada di Dapil 2 Wotu, Burau, Jumat (18/6/2021).

Selanjutnya, di desa Batu Putih, Hal yang sama, juga didapati oleh Kader Partai Hanura ini hasil pengerjaannya juga sangat memprihatinkan. “Yang kerjakan di desa Batu Putih ini sama di desa Kalatiri yang dikerjakan oleh perusahaan yang sama (PT. SMS-red) hasilnya sama saja,” ungkapnya.

Dari hasil kunjungan di Dapilnya tersebut, sehingga Alpian meminta pihak pihak PT. SMS selaku kontraktor agar melakukan perbaikan segera.

“Saya sudah telpon PPK-nya agar segera diperbaiki, dan saya tida mau terima kalau hanya sekedar ditambal saja,” tegas Alpian.

Atas temuan itu, Alpian menyebutkan harusnya pihak kontraktor dalam melakukan pekerjaannya harus betul-betul memperhatikan kwalitasnya sebab anggaran yang digunakan adalah uang rakyat. “Kontraktor harus bersyukur karena pemerintah memberikan pekerjaan sehingga untuk imbalannya itu, kwalitas harus diutamakan jangan dikerja asal-asalan,” tutup Alpian.

(Rah)

ADVERTISEMENT