IAIN Palopo Kukuhkan 677 Wisudawan, Prof Pirol : Optimis Jawab Tantangan di Tengah Masyarakat

235
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, mengukuhkan 677 Wisudawan, Selasa (17/5/2022). (Foto : Haswan Hasanuddin)
ADVERTISEMENT

PALOPO — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, mengukuhkan 677 Wisudawan, Selasa (17/5/2022). Resepsi wisuda berlangsung di gedung Auditorium IAIN Palopo.

Prosesi wisdua tersebut berlangsung meriah dan sempat diwarnai suasana haru saat orang tua wisudawan berprestasi dipersilahkan maju kedepan untuk memeluk sembari mengucapkan terimakasih kepada orangtuanya masing-masing.

Acara wisuda dilaksanakan dua sesi dalam dua hari. Adapun rincian wisudawan dari masing-masing Fakultas yaitu Pascasarjana 29 orang, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan 293 orang, Fakultas Syariah 103 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 212 orang dan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah 40 orang.

Rektor IAIN Palopo, Prof Dr Abdul Pirol, dalam sambutannya menitipkan pesan kepada seluruh wisudawan agar mampu menyelesaikan permasalahan dengan optimisme. Termasuk pada masa krisis seperti masa Pandemi Covid-19 yang menurutnya banyak memberikan pelajaran bagi kehidupan.

ADVERTISEMENT

“Pandemi Covid-19 mengajarkan sejumlah pelajaran dan kearifan kepada kita bahwa suatu krisis harus kita hadapi dengan optimisme yang dibarengi kesabaran dan semangat problem solving,” katanya.

“Optimisme juga kita perlukan untuk melihat dan menempatkan berbagai persoalan kebangsaan, kenegaraan dan kehidupan kita secara keseluruhan dalam konteks penyelesaian masalah,” tambahnya.

Selain itu, Pirol juga berpesan kepada seluruh Wisudawan yang baru saja mendapat gelar sarjana untuk mempersiapkan diri sebab menurutnya apa yang selama ini mereka dapatkan di dunia Kampus hanya semacam pembekalan untuk menghadapi tantangan nyata di tengah masyarakat.

“Untuk para lulusan ini agar mempersiapkan diri agar lebih baik lagi jadi masa selama di Kampus itu sebenarnya semacam pembekalan tetapi sesungguhnya di masyarakat itu lebih nyata tantangannya,” ujarnya.

“Kita harus optimis, meskipun kadang-kadang ada beberapa orang yang selalu pesimis dengan bertambahnya sarjana tetapi itu tidak bisa kita jadikan sebagai pegangan,” tandasnya. (hwn)

ADVERTISEMENT