KKB Makin Brutal, Tenaga Kesehatan Ikut Diserang, Begini Kesaksian Dokter yang Selamat Setelah Lompat Masuk Jurang

689
Ilustrasi, anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Lekagak Teleggen masuk daftar DPO Polri. (Foto: jpnn.com)
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang sudah dilabeli predikat teroris makin membabibuta di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Selain menyerang aparat TNI, mereka juga tidak segan-segan melukai tenaga kesehatan.

Saat terjadi pembakaran puskesmas di Kabupaten Pegunungan Bintang, Senin (13/9/2021) lalu, ternyata ada empat tenaga kesehatan yang ikut jadi sasaran sekitar 50 orang KKB.

ADVERTISEMENT

Untung saja, empat orang tenaga kesehatan yang sedang bertugas memilih melompat ke jurang. Namun mereka sempat dianiaya oleh teroris KKB.

Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Cahyo Sukarnito, mengatakan, dari empat tenaga kesehatan yang melompat ke jurang, dua orang antaranya sudah ditemukan. Dua lainnya masih hilang dan dalam pencarian.

ADVERTISEMENT

AKBP Cahyo menyebutkan, dua tenaga kesehatan yang ditemukan selamat adalah seorang dokter dan suster. Kondisi dokter tersebut mengalami patah tangan. Dokter ini mengaku dipukul pakai besi oleh KKB.

Tenaga kesehatan lainnya yang selamat, seorang suster.  Dia  juga melompat masuk jurang demi menyelamatkan diri dari serangan KKB.

ADVERTISEMENT

“Suster ini luka karena diitikam pakai belati sebelum lompat masuk jurang,” ujar Cahyo.

Hingga Selasa sore, 14 September, personel TNI-Polri yang berada di Kiwirok terus mencari tenaga kesehatan yang masih hilang, yakni dua suster.

Berbeda dengan AKBP Cahyo, Kasatgas Humas Nemangkawo, Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, sebanyak lima tenaga kesehatan dilaporkan hilang karena melompat masuk jurang saat puskesmas tempat tugas mereka diserang dan dibakar sekitar 50-an orang KKB.

Dari lima orang tenaga kesehatan tersebut, empat orang ditemukan dalan keadaan luka-luka
.
Dari empat orang tersebut, ada seorang dokter, suster, dan perawat.

Menurut Kombes Kamal, para korban yang terluka sudah dalam perawatan medis. Petugas gabungan TNI-Polri masih mencari satu nakes yang hilang.

Diberitakan Koran SeruYa sebelumnya, sejumlah fasilitas umum dibakar teroris KKB pimpinan Lamek Tablo. Bangunan yang dibakar di antaranya kantor kas Bank Papua Kiwirok, Puskesmas Kiwirok, rumah dokter, barak nakes, SD Inpres, rumah guru, dan pasar.

Teroris KKB terlibat baku tembak dengan aparat gabungan TNI-Polri di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. KKB juga merusak sejumlah fasilitas umum.

Insiden itu terjadi di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, pada Senin (13/9), sekitar pukul 09.30 WIB.

Baku tembak tersebut menyebabkan seorang personel TNI dari Satgas Pamtas Yonif 403/WP terluka.

Anggota TNI tersebut terluka di bagian lengan kanan akibat terkena rekoset atau pantulan peluru yang ditembakkan. Personel. (***)

ADVERTISEMENT