KORBAN KEJI KKB: Suster Ella akan Dimakamkan di Jayapura, Kristina akan Dipulangkan ke Toraja Setelah Sembuh

4827
Suster Kristina Sampe Tonapa (ft ist facebook Kristina)
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Dua tenaga kesehatan (Nakes) yang menjadi korban penyerangan teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat Puskesmas tempat mereka bekerja dihancurkan dan dibakar, Senin (13/9/2021), asli Toraja, Sulsel. Keduanya adalah Kristina Sampe Tonapa, 37 tahun, yang ditemukan luka-luka dalam keadaan selamat, dan Gabriela Meilan, 22 tahun, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kristina Sampe Tonapa yang saat ini sudah dievakuasi ke Jayapura bersama Nakes lainnya yang selamat, Jumat (17/9/2021), dirawat di rumah sakit setempat. Menurut keluarganya, setelah sembuh, dia akan dibawa pulang ke Toraja, kampung halamannya. Sedangkan, Gabriela yang akrab disapa Ella akan dimakamkan di Jayapura.

ADVERTISEMENT

Martina Rinding, ibu kandung Ella kepada wartawan di Jayapura, mengatakan, jasad puterinya akan dimakamkan di Jayapura. Gabriela Meilani juga merupakan orang Toraja, karena ibunya asli dari Toraja.

Ella lahir besar di Papua, karena ibunya bekerja sebagai PNS di Papua. Ayah Ella berasal dari Jawa, bernama Musidi. “Keluarga berharap, jenazah Ella bisa segera dievakuasi ke Jayapura agar bisa dimakamkan dengan baik,” ungkap keluarga Ella lainnya, Marthen Rinding yang ikut menantikan jenazah Ella bersama orangtuanya di Jayapura.

“Direncanakan, jenazah Ella setelah dievakuasi dari dalam jurang sedalam 500 meter akan dievakuasi menggunakan helikopter ke Jayapura,” lanjut Marthen.

Ella adalah alumni Poltekes Jayapura. Ia baru lulus tahun lalu dan bertugas di Distrik Kiriwok, tahun ini. “Almarhumah diterima sebagai nakes di Distrik Kiriwok, Pegunungan Bintang tahun ini. Belum setahun sudah ada kejadian seperti ini,” ujar Marthen, sedih.

Sementara itu, keluarga Kristina Sampe Tonapa, Merlin sangat bersyukur karena Kristina ditemukan dalam keadaan selamat, meski dalam keadaan luka-luka di sekujur tubuhnya.

Dilansir dari suarasulsel.com, setelah sembuh dari sakitnya, Kristina akan dipulangkan keluarganya ke Toraja. “Keluarga rencana bawa pulang dulu ke Toraja setelah dirawat di Jayapura,” kata Merlin.

Diberitakan sebelumnya, teroris KKB sangat kejam dan keji. Tidak hanya membakar dan merusak Puskesmas Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, mereka juga ternyata memperlakukan tiga suster yang jadi korban bak binatang. Mereka ditelanjangi, pahanya ditikam benda tajam, lalu (maaf) alat kemaluannya ditikam dengan benda tajam.

Kesaksian tindakan keji KKB itu disampaikan Marselinus O. Atanila, salah satu tenaga kesehatan (Nakes) yang selamat dari penyerangan teroris KKB, saat Puskesmas Kiwirok dibakar KKB, Senin (13/9/2021) lalu.

“Tiga suster, yakni Suster Kris (Kristina Sampe Tonapa), Gabriela Melan, dan Anti diperlakukan seperti binatang. Mereka ditelanjangi dengan kasar memakai parang, kemudian ditikam di pahanya, juga (maaf) alat kemaluannya ditikam,” ujar Marselinus di Jayapura, Jumat (17/9/2021).

Di depan wartawan dan petugas keamanan saat tiba di Jayapura, Marselinus menyampaikan kesaksiannya didampingi nakes korban lainnya. Saat menyampaikan kesaksiannya, ketika menyaksikan penyiksaan terhadap tiga suster rekannya, Marselinus terisak.

“Mereka menelanjangi tiga suster secara tidak sopan memakai parang. Paha mereka ditikam, muka mereka ditonjok, maaf, mereka juga menikam alat kemaluan korban. Mereka menganiaya suster dan mengira sudah meninggal, maka didorong masuk jurang,” ujarnya. (junias rombe)

ADVERTISEMENT