Kotoran Sapi Jadi “Kado Istimewa” dari Warga BTN Merdeka Palopo untuk Wakil Rakyat

1768
ADVERTISEMENT

PALOPO–Kotoran hewan ternak kembali menjadi “trending topik” di kota Palopo. Setelah pernah menjadi pembicaraan warga, kini masalah seputar kotoran sapi lagi-lagi mencuat.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat Oleh Seruya Poll

Ini setelah Isnul, warga BTN Merdeka menyerahkan “paket” berisi kotoran sapi ke DPRD Kota Palopo.

BACA JUGA

Ini Video Ketua DPRD Palopo Dapat Bingkisan Kotoran Sapi di Kantornya

ADVERTISEMENT

27 Tahun Tidak Mandi, Rambut Wanita Ini Dipenuhi Tikus dan Kecoa

Pasar Ekstrem di Tomohon Rawan Tularkan Virus Corona? Iihh, Kelelawar dan Hewan Liar Dijual Jadi Menu Makanan Lezat

ADVERTISEMENT
Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Utara 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Arsyad Kasmar-Andi Sukma (AKAS)
2. Indah Putri Indriani-Suaib Mansur (IDAMAN)
3. Thahar Rum-Rahmat Laguni (MATAHARI)
Created with Seruya Poll

‘Tahi sapi’ (maaf) diserahkan langsung warga BTN Merdeka itu kepada sang Ketua DPRD Kota Palopo, Hj Nurhaenih, di ruangannya, Selasa, (28/1/2020)

Isnul seolah ingin menunjukkan bahwa kotoran hewan ternak itu bukan saja meresahkan warga sekitar kompleks di kawasan Wara Timur itu, tetapi juga kekuatiran akan munculnya penyakit yang bisa ditimbulkan akibat faeses sapi ini “duduk manis” di tepi jalan.

BACA JUGA

DPRD Palopo Setujui Pinjaman Pemkot Sebesar Rp103 Miliar untuk Bangun Menara Payung

Pasar Ekstrem di Tomohon Rawan Tularkan Virus Corona? Iihh, Kelelawar dan Hewan Liar Dijual Jadi Menu Makanan Lezat

Selain itu juga, hewan ternak yang tidak punya “otak” tersebut dirasa sangat mengganggu, karena kerap merusak tanaman milik warga.

“Saya datang kesini bukan mewakili siapa-siapa, saya selaku warga BTN Merdeka secara pribadi, tentu alasannya karena saya merasa terganggu dengan adanya kotoran sapi yang berserakan di jalan di kompleks tempat tinggal kami,” terang Isnul saat memberikan contoh kotoran ternak yang dimasukan dalam kotak plastik foam berwarna putih kepada Ketua DPRD Palopo.

Hj Nurhaenih menandaskan jika pihak DPRD Kota Palopo akan menindaklanjuti persoalan warga kecamatan Wara Timur ini dengan segera memanggil pihak-pihak terkait, untuk memastikan Perda Nomor 7 tahun 2006 tentang penertiban ternak benar-benar bisa dijalankan. (iys)

ADVERTISEMENT