Lokakarya Mini, Upaya DPPKB Palopo Turunkan Angka Stunting

29
Dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting di Kota Palopo, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar Lokakarya Mini dalam upaya percepatan penurunan stunting di tingkat Kecamatan. (Foto : ist)
ADVERTISEMENT

PALOPO — Dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting di Kota Palopo, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar Lokakarya Mini dalam upaya percepatan penurunan stunting di tingkat Kecamatan.

Kegiatan itu dilaksanakan di aula Kantor Camat Mugkajang, Kota Palopo, Selasa (20/9/2022).

ADVERTISEMENT

Diketahui, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Anak tergolong stunting apabila panjang atau tinggi badan menurut umurnya lebih rendah dari standar nasional yang berlaku.

Plt Kepala DPPKB Palopo, H Farid Kasim Judas (FKJ) dalam sambutannya mengatakan, stunting merupakan program prioritas nasional yang memiliki beberapa strategi penangan yang terus diusahakan hingga sekarang.

Program prioritas Nasional ini tidak akan berjalan apabila tidak ada kerja sama antara seluruh pemangku kepentingan, baik Pemerintah Pusat, hingga Pemerintah Daerah, maupun dari masyarakat.

“Bukan hanya tugas DPPKB, tetapi persoalan pencegahan stunting ini adalah tugas yang harus dilaksanakan secara terpadu,” ungkap Farid yang akrab disapa FKJ.

“Pencegahan stunting dimulai dari calon pengantin (Catin), lokakarya mini juga dilaksanakan sekaitan dengan pelaksanaan tugas dan fungsi daripada TPK (Tim Pendamping Keluarga) untuk melakukan pendampingan,” sambungnya.

Ia juga menekankan peran TPK dalam penurunan stunting yaitu bahwa TPK adalah duta yang seharusnya mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pendampingan kesasaran (Calon Pengantin, Ibu Hamil, Ibu Nifas, Pasangan Usia Subur, Baduta).

“TPK berkolaborasi langsung dengan penyuluh, untuk melakukan pendataan Umum kelompok sasaran, melakukan penyuluhan Intensif pada kelompok sasaran, menggerakkan peran serta atau partisipasi masyarakat agar mau tahu, dan mampu melakukan pendampingan terhadap kelompok sasaran” tegas FKJ.

Untuk itu, ia berharap dengan adanya lokakarya mini, penanganan stunting ini seluruh stakeholder di Pemerintah Kota Palopo segera melakukan koordinasi untuk penurunan angka stunting. Kita harus kerja cepat dan terstruktur untuk penurunan angka stunting. (rls)

ADVERTISEMENT