Menanti Kejutan Politik di Pilkada Lutim, Last Minute, Husler-Ibas Duet?

1269

JELANG  Pilkada 2020 di Luwu Timur (Lutim), dua figur jadi sorotan publik di ‘Bumi Batara Guru’, yakni HM Thoriq Husler dan Irwan Bachry Syam. Dua figur ini
menggantungkan tanda tanya besar; Apakah jadi rival atau duet kembali?

Genderang persaingan jelang Pilkada 2020 di Lutim telah ditabuh. Dalam waktu dekat, seluruh mesin partai akan dipanaskan. Setidaknya, para pendukung kandidat tengah menggalang kekuatan, sekaligus menakar elektabilitas para kandidatnya yang bakal maju dalam Pilkada nanti.

Sejumlah nama mulai ditawarkan dan dipromosikan. Namun dari sekian nama-nama yang ada, ditengarai diduduki pemain lama. Sebut saja, HM Thoriq Husler dan Irwan Bachry Syam. Dua nama ini punya daya tarik karena sama-sama memimpin Lutim saat ini. Yang menarik, jika dua figur ini berhadapan di Pilkada 2020.

Namun, dalam politik, selalu ada kejutan. Bisa jadi, di akhir endingnya keduanya berduet lagi. Apalagi, Ibas, sapaan karib Irwan, masih memiliki peluang berduet dengan MTH, akronim Muh Thoriq Husler.

Baik kubu Partai Golkar dan Partai Nasdem mengamini jika peluang duet Husler-Ibas masih terbuka. Apalagi, Ibas sendiri belum menentukan sikap apakah nyabub alias nyalon bupati atau nyalon wakil. Bos Nasdem Lutim ini masih menunggu hasil survei.

SEJUMLAH KANDIDAT

Andi Zulkarnain, Sekretaris DPD II Partai Golkar Lutim, mengakui, nama Ibas salah satu kandidat dari politisi yang ikut disurvei sebagai bakal pendamping Husler. Dia menyebut, dalam politik tidak ada yang baku. Politik selalu dinamis.

Andi Zul, begitu Andi Zulkarnain akrab disapa, partai ‘Beringin’ masih mencari figur ideal sebagai pendamping Husler. Ada dicari dari kalangan politis, internal Golkar, termasuk dari kalangan birokrasi. “Kalau politisi, Pak Irwan salah satunya,” aku Andi Zul di Malili, kemarin.

Nama lainnya, ada HM Siddiq BM dari Partai Nasdem, Sarkawi A Hamid dari Gerindra, termasuk Rully Heryawan, Andi Baso Makmur, dan Usman Sadik. “Jadi, semua punya peluang berpasangan Ketua Golkar Lutim, termasuk Pak Irwan,” akunya.

Nah, khusus internal Golkar, nama Andi Fausiah Pujiwatie Hatta ikut disurvei. Kalau duet Golkar-Golkar, kans puteri Andi Hatta ini sangat besar. Namun, ada juga nama Ketua DPRD Lutim ikut membayangi, Amran Syam, Mahading, Madjid Tahir, Badawi Alwi, dan Heryanti Harun.

Dari kalangan birokrat, nama Sekda Lutim, Bahri Suli ikut menguat. Ketokohan Bahri Suli tidak bisa dianggap remeh. Dia menguat di kalangan birokrasi Lutim, termasuk sangat dikenal di lapisan masyarakat tingkat bawah. Namun, ada juga nama lain dari birokrasi ikut disanter, sebut saja Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Lutim, Budiman Hakim, termasuk Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan SDM Lutim, Kamal Rasyid.

Tentunya, Partai Golkar menargetkan menang di Pilkada Lutim. Beringin Rimbun, sesuai instruksi Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Nurdin Halid menargetkan kemenangan 70 persen di Pilkada serentak 2020 di Sulsel. Lutim salah satunya masuk dalam target menang.

Menurut Andi Zul, dengan target menang, Partai Golkar akan mencari pendamping ideal yang memiliki kans menang sebagai pendamping Husler. Namun, Golkar tetap akan menyerahkan sepenuhnya kepada Husler untuk memilih pendampingnya. “Pak Husler punya karakter kepemimpinan yang unik dan bisa berpasangan dengan tokoh-tokoh Luwu Timur lainnya,” imbuhnya.

Nasdem Lutim juga tampaknya tidak gegabah mengusung kadernya maju sebagai kandidat ’01’ atawa ’02’ di Pilkada Lutim. Meski dipastikan mencalonkan sang ketua, Ibas, namun partai besutan Surya Paloh ini belum menetapkan sikap mengusung kadernya maju sebagai calon bupati atau wakil. Nasdem yang juga mengincar kemenangan masih membaca peta politik.

TUNGGU HASIL SURVEI

Termasuk Ibas tak mau gegabah. Dia masih menunggu hasil survei. “Saya sementara tunggu hasil survei,” kata Ibas.

Ibas juga tak menampik, jika partainya akan mengusungnya maju Pilkada Lutim, sehingga tidak membuka pendaftaran bakal calon. “Jadi kita wait and see. Hasil survei menentukan,” katanya.

Sekretaris Nasdem Lutim, Saharuddin ikut angkat suara terkait pencalonan sang ketua di Pilkada Lutim. Malahan, Saharuddin secara terang-terangan menyebut, dalam politik biasanya ada kejutan muncul di menit-menit akhir. Dia menyebut, Partai Nasdem belum mengeluarkan rekomendasi pencalonan Ibas maju sebagai calon bupati atau wakil bupati.

Malah, dia menyebutkan, tidak menutup kemungkinan duet Husler-Ibas sebagai kejutan politik di last minute. “Dalam politik, biasanya ada kejutan politik di menit-menit akhir. Bisa saja, Pak Irwan jadi rivalitas Husler, atau keduanya kembali berpaket. Jadi, tunggu saja endingnya bagaimana,” katanya.

Nasdem Lutim memang masih butuh koalisi supaya bisa mengusung kadernya. Nasdem memiliki empat kursi dari 30 kursi di DPRD Lutim. Untuk bakal calon ingin maju sebagai bupati pada Pilkada 2020 Lutim minimal mengantongi dukungan enam kursi dari total 30 kursi di DPRD Luwu Timur. (***/cbd)