Pantau Penyembelihan Hewan Kurban, Dispertanakbun Palopo : Perlakukan dengan Ihsan

66
ADVERTISEMENT

PALOPO – Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan (Dispertanakbun) Kota Palopo bakal memantau pemotongan hewan kurban di berbagai tempat. Kabid kesehatan hewan dan masyarakat veteliner, drh. Burhanuddin mengatakan sebelum disembelih, hewan kurban haruslah diperlakukan dengan baik.

Burhanuddin menjelaskan, lima prinsip dalam kesejahteraan hewan yang merupakan bentuk berlaku ihsan kepada hewan sembelihan. Lima prinsip itu antara lain bebas dari rasa lapar dan haus, bebas dari rasa tidak nyaman, bebas dari rasa sakit, luka, dan penyakit, bebas dari rasa takut/tertekan, dan bebas untuk mengekspresikan perilaku alaminya.

ADVERTISEMENT

“Sikap ihsan dalam penyembelihan hewan lebih ditekankan pada bagaimana mengurangi tingkat kesakitan dan stress karena semua proses penyembelihan berpotensi menimbulkan stress dan kesakitan. Memperlakukan hewan sembelihan dengan ihsan (baik) merupakan perintah agama Islam,” urainya.

Selain itu, cara menyembelih hewan pun menjadi perhatian Dispertanakbun. Penyembelihan harus dilakukan secara syariat Islam. Proses penyembelihan hewan kurban tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Karena dapat mengakibatkan berkurangnya nilai ibadah.

Bahkan, daging kurban haram dikonsumsi. Tak hanya itu, proses penyembelihan yang kurang tepat juga dapat menyebabkan daging hewan tersebut tidak higienis. Sehingga, mudah busuk hingga menyebabkan penyakit bagi orang yang mengonsumsinya.

Saat proses penyembelihan dilakukan, terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan. Pertama, baringkan ternak menghadap kearah kiblat dengan kepala di selatan dan keempat kaki di sebelah barat. Penyembelih (juru sembelih halal atau juleha) berada di sebelah timur kepala hewan yg disembelih. Bila ternak memiliki tanduk yang panjang melingkar, maka perhatikan posisi tanduk agar tidak mengganggu proses penyembelihan. Kedua, pegang (ikat) keempat kaki ternak dengan kuat. Pastikan ikatan (pegangan) tersebut betul-betul kuat.

“Ketiga, membaca asma Allah dengan basmalah dan sholawat, takbir serta doa khusus. Keempat, lakukan proses penyembelihan secara benar. Penyembelihan harus memotong tiga saluran pada leher bagian depan/di bawah jakun yang terdiri atas saluran nafas (tenggorokan/trakhea; hulqum), saluran makanan (kerongkongan/esofagus; mari’), dan pembuluh darah (arteri karotis & vena jugularis; wadajain). Kelima, jangan menyiksa hewan ternak. Sebelum ternak benar-benar mati, dilarang keras menusuk jantungnya, menguliti, memotong kakinya, memotong ekornya, dan sebagainya. untuk memastikan hewan telah benar-benar mati setelah disembelih, maka perhatikan apakah masih terdapat 3 reflek pada mata, ekor, dan kaki. Keenam, gantung ternak yang telah mati pada kedua kaki belakangnya,” pungkasnya. (liq)

ADVERTISEMENT