Pariwisata Luwu Timur Tertinggal! Hamris Darwis Minta Adila Klarifikasi Pernyataannya

1842
Adila saat menjadi pembicara di salah satu podcast di chanel Youtuber Makassar
ADVERTISEMENT

Malili – Putri Pariwisata Luwu Timur tahun 2019 Adila Amalia Irvan mengatakan jika Pariwisata Luwu Timur tertinggal sekali.

Hal itu dia katakan saat podcast di salah satu chanel YouTube milik youtuber di Makassar yang dipublikasi Sabtu (31/7/2021) kemarin.

ADVERTISEMENT

Dirinya menyinggung tempat Pariwisata di Kabupaten Luwu Timur ia katakan sangat tertinggal dan bahkan kata dia orang Dinas mengakui itu.

“Karenakan tertinggal sekali ki Lutim, Sampai orang Dinas akui itu, iya tertinggal ki Lutim beranikah bicara begini. Untuk Pariwisata yah. Untuk Pariwisata tertinggal sekali entah lah pemerintahnya atau bagai mana,” Kata Adila dalam podcast tersebut.

ADVERTISEMENT

Menanggapi perkataan Putri Pariwisata tahun 2019 Adila itu, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudmudora) Luwu Timur, Hamris Darwis meminta agar melakukan klarifikasi terkait dengan ucapannya itu.

Karena menurutnya, Apa yang disampaikan Adila, bisa ditafsirkan negatif oleh masyarakat karena disampaikan secara terpotong-potong dan tidak secara jelas.

ADVERTISEMENT

“Saya harap, Adila ini mengklarifikasi kembali statementnya soal pariwisata Luwu Timur yang disebut tertinggal,” kata Hamris, Senin (2/8/2021).

Hamris mengatakan, Adila sudah bicara dengannya soal statement pariwisata Luwu Timur yang dikatakan tertinggal.

Menurut Adila kepada Hamris, Luwu Timur tertinggal dalam hal promosi wisatanya ke khalayak luas. “Kalau dari segi promosi tertinggal, kita punya video promosi wisata yang Adila jadi modelnya loh,” kata Hamris.

“Kami tidak merasa seperti itu tertinggal. Sebaiknya putri pariwisata yang lahir di Luwu Timur, bantu lah Luwu Timur,” Tambanya.

Kalau dari segi revitalisasi wisata, Hamris mengatakan pihaknya banyak melakukan perbaikan di sejumlah objek yang banyak dikunjungi orang.

Seperti Banua Pangka, Pantai Lemo, Pantai Ujung Suso, Air Terjun Mata Buntu dan objek wisata lainnya.

Data per destinasi, Hamris mengatakan wisatawan lokal mencapai 16 ribu orang datang ke lokasi wisata per tahun 2021. “Dari segi pendapatan bisa dirasakan pengusaha, hotel dan rumah makan. Saya terima kasih saja dengan statement dek Adila ini,” ujarnya.

Hamris berpesan, terkait pariwisata harus kerjasama dengan semua sektor yang terkait agar wisata semakin dikenal khalayak luas.

(Rah)

ADVERTISEMENT