Puasa Saat Hamil Boleh Atau Tidak? Yuk Intip Penjelasan Dokter Nasaruddin Nawir di SINI…

614
dr Nasaruddin Nawir, Sp.OG (K), MARS
ADVERTISEMENT

OLEH: dr Nasaruddin Nawir, Sp.OG (K), MARS
– Dirut RSUD Sawerigading Palopo

PUASA di bulan ramadan adalah salah satu rukun Islam. Ibadah ini tidak boleh ditinggalkan oleh setiap muslim yang telah baligh dan sehat jasmani serta rohani.

ADVERTISEMENT

Namun ada pengecualian atau keringanan bagi orang yang tak mampu atau berhalangan menjalankan kewajiban ini. Salah satunya adalah seorang wanita yang sedang hamil diperbolehkan tidak berpuasa, atau tetap menjalankan kewajiban itu. Tergantung pada kondisi dan kemampuannya.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Sawerigading Kota Palopo, dr Nasaruddin Nawir, Sp.OG(K), MARS mengatakan, bahwa diketahui asupan nutrisi yang cukup setiap harinya sangat diperlukan oleh ibu hamil dan janin dalam kandungan. Hanya saja, dalam pandangan medis, sebenarnya ibu hamil diperbolehkan untuk berpuasa tergantung kondisi kesehatan ibu hamil.

“Namun, kita harus mengetahui beberapa hal terlebih dahulu. Kapan waktu tepat Ibu hamil puasa. Ini yang harus diketahui,” kata dr Nasar yang juga Konsultan Managemen Kesehatan Pratama (Ikkesindo) itu Sabtu (2/4/2022).

Dokter yang sementara menempuh Pendidikan Doktoral (S3) Fakultas Kesehatan Masyarakat di UNHAS ini menjelaskan, secara medis usia kehamilan trimester kedua dinyatakan sudah cukup kuat dan ibu hamil telah lebih nyaman dengan kondisinya, yaitu sekitar usia kehamilan 13 minggu hingga 28 minggu.

Berbeda dengan trimester pertama, di mana ibu hamil umumnya mengalami keluhan mual, muntah karena peningkatan asam lambung yang cukup mengganggu. Puasa pada trimester pertama kehamilan sebenarnya boleh-boleh saja dilakukan apabila ibu tidak memiliki keluhan apa pun atau tidak merasa terganggu dengan keluhan yang dirasakan.

“Jika tidak ada keluhan mual muntah dan merasa nyaman, maka boleh untuk berpuasa. Apabila ibu hamil mengalami mual dan muntah yang sangat hebat, tidak bisa makan dan minum, disarankan untuk tidak menjalankan ibadah puasa. Kondisi ini akan membahayakan ibu dan juga tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Ibu hamil yang berpuasa di usia kehamilan memasuki trimester ketiga tidak disarankan. Karena pada usia kehamilan ini, ibu hamil memerlukan lebih banyak kalori. Berat janin dalam kandungan pada trimester ketiga juga bertambah pesat sehingga ibu hamil lebih mudah lelah, haus, dan lapar. Jadi, kondisi tubuh ibu hamil trimester ketiga memerlukan kalori yg lebih banyak,” beber Anggota Ikatan Ahli Managemen dan Administrsi RS (IAMARSI) itu.

Lantas, bagaimana jika ibu hamil ingin berpuasa meski usia kehamilan masih trimester pertama atau sudah trimester ketiga? Dokter Nasar menjelaskan, keputusan ini kembali kepada kondisi masing-masing ibu hamil. Akan lebih baik jika berkonsultasi kepada dokter kandungan. “Melalui pemeriksaan, dokter kandungan dapat menentukan serta memantau kondisi ibu hamil dan janin apabila memutuskan untuk berpuasa,” jelas dokter Nasaruddin yang juga direktur RS St Madyang.

Lalu apa tips sehat bagi ibu hamil yang memilih berpuasa? Dokter Nasar memberikan tips bahwa yang harus diperhatikan adalah mengkonsumsi makanan sesuai kebutuhan. “Ibu hamil yang siap dan mampu berpuasa harus memenuhi kebutuhan nutrisinya sebesar 2500 kalori per harinya. Jumlah ini dibagi-bagi menjadi tiga bagian penting, yaitu 50% karbohidrat, 30% protein hewani dan nabati, dan 20% lemak dari kacang-kacangan. Perubahan waktu makan selama berpuasa, pada hari biasa, ibu hamil makan 3 kali, saat berpuasa, dianjurkan tetap makan 3 kali, yakni saat berbuka, malam hari, dan sahur. Dengan asupan makanan yang cukup, kebutuhan nutrisi ibu hamil dan bayi tetap tercukupi,” beber dokter Nasar.

Hal lain yang perlu diperhatikan saat ibu hamil memutuskan untuk berpuasa ialah memperhatikan asupan cairan. “Meski berpuasa, ibu hamil harus tetap memenuhi kebutuhan cairan dengan mengonsumsi minimal 2 liter air putih setiap hari. Caranya adalah memperbanyak minum saat berbuka, malam hari, dan sahur,” terang dokter yang telah menempuh pendidikan Subspsesialis Obgyn tersebut.

Tidak hanya itu, ibu hamil yang berpuasa juga dianjurkan mengkonsumsi vitamin. Vitamin penting sebagai tambahan nutrisi untuk tubuh dan janin, mulai dari asam folat, zat besi, kalsium, vitamin D, Omega 3 dan Omega 6. “Dan, melakukan pemeriksaan secara rutin. Lakukan pemeriksaan Antenatal care rutin selama berpuasa untuk memantau kondisi kesehatan ibu hamil dan janin dalam kandungan,” katanya.

Lanjut dr Nasar, ibu hamil dan melaksanakan puasa ternyata juga punya manfaat. Yang pertama ialah memperbaiki metabolisme tubuh. “Saat Ibu berpuasa, sel dalam tubuh akan membersihkan sisa-sisa kotoran dan memperbaiki sistem metabolisme yang rusak, atau biasa disebut dengan mekanisme autofagi,” katanya.

Kemudian puasa juga mengontrol Berat Badan. Ibu hamil banyak yang mengalami kelebihan berat badan hingga terjadi obesitas pada kehamilan.

“Nah, saat berpuasa, makan hanya pada sore dan malam hari saat sahur. Jadi berat badan ibu hamil akan terkontrol dengan baik. Namun semua tergantung asupan makanan yang Ibu konsumsi saat berbuka puasa dan sahur,” terang dokter yang telah menempuh Pendidikan Magister Administrasi Rumah Sakit.

Puasa juga dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2. Puasa bisa membantu ibu hamil menurunkan kadar gula darah yang sering menjadi pemicu penyakit diabetes. Dengan berpuasa bisa mengurangi risiko terkena diabetes karena kehamilan.

“Manfaat selanjutnya adalah mengurangi Morning Sickness. Selama bulan puasa, ibu akan makan secara teratur setiap hari yakni saat sahur dan berbuka. Ini bisa membantu ibu terhindar dari morning sickness terutama pada awal kehamilan. Morning sickness merupakan mual-mual sampai muntah yang biasa terjadi pada ibu hamil. Morning sickness terjadi karena asam lambung meningkat di pagi hari. Saat puasa, ibu hamil akan makan sahur dan berbuka pada waktu yang teratur sehingga bisa terhindar dari morning sickness,” jelas dokter Nasar.

“Puasa juga baik untuk psikologi ibu hamil. Selama puasa di bulan ramadan, ibu tidak hanya menahan lapar dan haus tapi juga rasa emosi. Puasa bisa memperbaiki psikologi ibu hamil yang cenderung sensitif menjadi lebih sabar. Selama ibu hamil dinyatakan sehat oleh bidan/dokter dengan melakukan pemeriksaan Antenatal secara teratur ,ibu hamil diperbolehkan melakukan puasa dengan memenuhi nutrisi pada saat sahur dan berbuka puasa,” tandas dr Nasar. (lig)

ADVERTISEMENT