SANGAT SADIS! Status KKB Papua Sudah Saatnya Diubah Jadi Teroris

1995
Aparat TNI bersama warga lokal distrik Beoga mengevakuasi jenazah pelajar bernama Ali Mom korban keganasan KKB Papua, Kamis (15/4/2021)
ADVERTISEMENT

JAKARTA–Aksi brutal nan tidak berprikemanusiaan yang dilakukan gerombolan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua menuai kecaman keras dari berbagai kalangan dalam sepekan ini. Bahkan, berbagai tokoh bangsa mendesak pemerintah mengubah status KKB Papua menjadi kelompok teroris yang harus ditumpas sampai ke akar-akarnya.

Anggota Komisi I DPR RI fraksi NasDem, Muhammad Farhan, misalnya, menegaskan, tindakan KKB Papua yang telah menciptakan rasa takut kepada warga sipil sebagai tindakan teror. Seingga Farhan meminta pemerintah mengganti status KKB menjadi kelompok teroris.

ADVERTISEMENT

“Tindakan kekerasan mereka (KKP Papua) ini jelas tujuannya menciptakan rasa takut di kalangan masyarakat sipil, artinya mereka sudah melakukan tindak pidana terorisme. Maka harus ditindak berdasarkan Undang-Undang Pemberantasan Terorisme (UU No 5 Tahun 2018),” kata Farhan kepada wartawan, Sabtu (17/4/2021).

Tak hanya itu, Farhan juga mendesak agar pemerintah segera memasukkan KKB ke dalam kelompok teroris sehingga aparat khusus bisa diterjunkan untuk memberantas kelompok yang terus melakukan kekerasan dan perusakan tersebut.

ADVERTISEMENT

“Oleh sebab itu pemerintah harus tegas mencabut status KKB dan menggantinya menjadi kelompok terorisme yang mengancam ideologi bangsa. Sehingga perlu tindakan tegas, terukur, dan cepat. Sehingga bisa diturunkan Densus 88 dan Satuan Anti Teror TNI (Koopsus),” jelasnya.

Lebih lanjut, Farhan turut prihatin atas tewasnya 4 warga sipil karena ulah KKB Papua. Dia sangat menyayangkan peristiwa pembunuhan terhadap warga tak berdosa.

ADVERTISEMENT

“Kita sebagai satu bangsa sangat prihatin mendengar kabar ini. Apalagi yang menjadi korban adalah perempuan, anak sekolah, dan tenaga pendidik,” kata Farhan dikutip KORAN SERUYA dari detik.com, Minggu (18/4/2021).

Kecaman yang senada dilontarkan anggota DPD RI, Yorrys Raweyai. Dia mengutuk keras tindakan gerombolan KKB yang melakukan kekerasan kepada masyarakat di Kabupaten Puncak Papua.

Yorrys yang sedang melakukan kunjungan kerja di Kota Timika, Papua ini telah melakukan pertemuan dengan Pangkogabwilhan dan jajarannya membahas beberapa dinamika yang sedang berkembang saat ini.

Karena menurutnya, selain di Kabupaten Puncak, Timika juga merupakan salah satu basis KKB.

“Korban yang tidak berdosa berjatuhan. Ini kan kita mengutuk keras masalah-masalah itu,” katanya saat memberikan keterangan kepada wartawan, Sabtu (17/4/2021).

Apalagi kekerasan yang dilakukan terhadap guru, tukang ojek hingga anak sekolah. “Ini kan tidak bisa ditolerir,” katanya.

Untuk itu, pria kelahiran Serui tahun 1951 ini meminta pemerintah harus tegas mengambil sikap terhadap gerakan-gerakan KKB karena jika tidak akan terus mengorbankan masyarakat.

“Itu tugas pemerintah untuk menyelesaikan ini dengan terpadu bersama TNI Polri di daerah-daerah Konflik itu,” jelasnya.

Sementara itu, putra tokoh Papua Theys Hiyo Eluay mengecam aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang membunuh warga sipil dan membakar bangunan di Kabupaten Puncak, Papua, pekan lalu. KKB dinilai telah melukai masyarakat adat Papua.

“Perbuatan KKB sangat mencemari dan mencoreng wajah kami masyarakat adat Papua,” kata putra Theys Hiyo Eluay, Yanto Eluay, Jumat (16/4), sebagaimana disampaikan keterangan pers tertulis Pusat Penerangan TNI berjudul ‘Tokoh Papua Sebut KKB Yang Membantai Warga di Kabupaten Puncak, Melukai Adat’,
Sabtu (17/4/2021) lalu.

Yanto meminta KKB menghentikan tindakan keji tersebut. Pembunuhan itu tidak dibenarkan oleh adat. “Kami minta KKB segera hentikan segala perbuatan yang telah mengakibatkan jatuhnya korban dan hilangnya nyawa tak berdosa,” kata Yanto.

Diberitakan KORAN SERUYA sebelumnya, dalam satu minggu terakhir KKB telah membuat 4 warga tewas. Mereka yang tewas adalah dua guru asal Toraja, pelajar hingga tukang ojek asal Kabupaten Barru, Sulsel. KKB juga merusak sekolah, rumah warga, dan membakar rumah anggota DPRD di Beoga.

Pada Kamis (8/4), seorang guru SD atas nama Oktavianus Rayo (43) tewas ditembak KKB di Kampung Julukoma, dia adalah guru asal Toraja. Pada Jumat (9/4), guru SMP bernama Yonathan Randen juga asal Toraja, tewas ditembak KKB. Tukang ojek bernama Udin (41) asal Barru tewas ditembak KKB di Pasar Ilaga, pada Rabu (14/4). Pada Kamis (15/4), seorang pelajar SMA di Ilaga tewas ditembak KKB. Kemudian, KKB itu juga disebut memperkosa gadis-gadis desa. Distrik Beoga di Kabupaten Puncak menjadi ‘hitam’ karena ulah KKB. (***)

ADVERTISEMENT