TGC Luwu Utara Ambil Sampel Swab 67 Tenaga Kesehatan di Puskesmas Malangke Barat

112
ADVERTISEMENT

MALANGKE – Tim Gerak Cepat (TGC) Dinas Kesehatan Luwu Utara, langsung bergerak cepat melakukan pemeriksaan dan mengambil sampel swab para tenaga kesehatan di Puskesmas Malangke Barat.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat Oleh Seruya Poll

Langkah tersebut dilakukan, menyusul hasil rapit test satu orang tenaga kesehatan di wilayah tersebut, reaktif virus corona.

Hal tersebut, dikatakan oleh Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Luwu Utara, Komang Krisna, kepada Koran Seruya, Sabtu (6/6/2020).

Komang menyebutkan, jika pihaknya mengambil spesimen swab dari 67 orang tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Malangke Barat.

ADVERTISEMENT

Terlebih lagi katanya, para tenaga kesehatan merupakan garda terdepan pada pandemi covid 19.

“Maka dari itu tim gerak cepat merespon secara cepat tenaga nakes untuk dilakukan pemeriksaan swab hidung dan tenggorokan untuk pemeriksaan Uji RT-PCR di BBLK Makassar. Selanjutnya 2-3 hr kita telah mendapatkan hasil laboratorium dari BBLK Makassar,” kata Komang.

ADVERTISEMENT
Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Utara 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Arsyad Kasmar-Andi Sukma (AKAS)
2. Indah Putri Indriani-Suaib Mansur (IDAMAN)
3. Thahar Rum-Rahmat Laguni (MATAHARI)
Created with Seruya Poll

Lebih jauh, dirinya mengatakan jika dengan meningkatkan aktifitas pemeriksaan baik rapid test ataupun pengambilan sampel swab, akan berdampak pada meningkatnya kasus pasien positif di suatu daerah.

Komang menjelaskan jika hal tersebut, juga menjadi salah satu alternatif yang paling efektif dan efisien dalam memutus mata rantai penyebaran wabah virus corona.

Sebab katanya, dengan adanya penemuan kasus terkonfirmasi COVID-19, pemerintah dapat langsung melakukan penanganan dengan melakukan isolasi yang berpusat pada satu titik.

“Dalam upaya pemutusan mata rantai penularan, inilah alternative yang paling efektif dan efisien. Dengan penemuan kasus yang besar kemudian di isolasi terpusat, itu berdampak nyata dalam pemutusan mata rantai penularan di daerah,” pungkas Komang Krisna. (Bayu/Sya)

ADVERTISEMENT