Wakil Ketua DPRD Palopo Damaikan Dua Kelompok Mahasiswa yang Bentrok, Irvan Majid : Salah Paham, Tak Perlu Lagi Dibesarkan

973
ADVERTISEMENT

PALOPO — Wakil Ketua DPRD Palopo, Irvan Majid menjadi penengah dalam konflik dua kelompok mahasiswa yang bertikai. Kedua kelompok itu ialah Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HMTI) Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) dan Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Universitas Andi Djemma (Unanda).

Legislatro partai Demokrat itu bahkan menjadi saksi damainya dua lembaga kemahasiswaan beda kampus tersebut. Proses pertemuan kedua kelompok itu dilakukan di ruang Wakil Katua II DPRD Palopo. Setelah mencapai kesepakatan damai, mereka lalu menuju ke Polres Palopo.

ADVERTISEMENT

“Ini hanya keselahpahaman saja. Maklum, masih darah muda dan masih panas-panasnya. Alhamdulillah, kedua lembaga kemahasiswaan ini sepakat berdamai. Permasalahan ini tak perlu lagi dibesar-besarkan,” jelas Irvan Majid.

“Proses dari perdamaian ini bukan atas inisiasi saya saja. Tapi banyak pihak yang terlibat. Termasuk senior-senior dari kedua lembaga. Kebetulan saya juga alumni dari Teknik Sipil Unanda, jadi punya kewajiban moral untuk mendamaikan mereka,” sambungnya.

Usai melakukan pertemuaan di ruang Ketua II DPRD Palopo, Irvan majid bersama dua kelompok mahasiswa itu ke Mapolres Palopo. Mereka ingin melihat beberapa mahasiswa yang sempat diamankan pihak kepolisiaan akibat bentrok dua lembaga tersebut.

Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni Teknik Informatika (Ikati) UNCP, Hari Kusuma Bahari mengatakan persoalan ini tidak perlu lagi dibesar-besarkan. Menurutnya perdamaian lebih baik daripada mencari musuh.

“Ketua HMS Unanda juga telah meminta maaf atas kekeliruan yang terjadi. Ketua HMTI UNCP juga telah bersedia memaafkan dan bersepakat berdamai. Tidak ada juga manfaat bila kita harus berkonflik,” jelasnya.

Beberapa hari sebelumnya, terjadi penyerangan dan pengrusakan terhadap kampus satu UNCP. Akibat pengrusakan itu, beberapa fasilitas kampus rusak dan seorang mahasiswa terluka. (liq)

ADVERTISEMENT