Belum Ditemukan Kasus Hepatitis Akut di Palopo, Insan Kesehatan dan Rumah Sakit Diminta Siaga

88
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo, Taufik
ADVERTISEMENT

PALOPO — Dinas Kesehatan Kota Palopo menindaklanjuti surat edaran Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) tentang kewaspadaan terhadap penemuan kasus hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya. Hal itu diungkapan Kepala Dinas Kesehatan Palopo, Taufiq kepada Koran SeruYA, Senin (16/5/2022).

Taufiq menjelaskan, pihaknya telah melakukan upaya pencegahan dan kewaspadaan terhadap kejadian tersebut. Upaya itu berupa melakukan pemantauan perkembangan kasus sindrom jaundice akut di setiap Puskesmas dan Rumah Sakit di Palopo.

“Kami memantau dan segera melaporkan bila menemukan kasus sindrom jaundice akut di Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), dengan gejala yang ditandai dengan kulit dan sklera berwarna ikterik atau kuning dan urin berwarna gelap yang timbul secara mendadak.

Taufiq juga mengakui telah memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat serta upaya pencegahannya melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Juga menginformasikan kepada masyarakat untuk segera mengunjungi Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) terdekat apabila mengalami sindrom jaundice.

ADVERTISEMENT

“Kami juga meningkatkan upaya promosi kesehatan bagi masyarakat di sekitar wilayah pintu masuk Kota Palopo. Juga mengkoordinasikan pelayanan kesehatan dengan Puskesmas dan rumah sakit setempat,” ungkapnya.

Upaya Dinas Kesehatan Palopo selanjutnya ialah meningkatan kewaspadaan di Rumah Sakit melalui pengamatan semua kasus sindrom jaundice akut yang tidak jelas penyebabnya dan ditangani sesuai tata laksana serta dilakukan pemeriksaan laboratorium.

“Alhamdulillah, untuk saat ini, kasus tersebut masih nihil di Palopo,” pungkasnya. (***)

ADVERTISEMENT