Cerita Pilu Istri Guru Asal Toraja Saat Suaminya Ditembak KKB Papua, Sembunyi 5 Jam di Kamar Mandi

441
Natalia Pamean istri korban penembakan KKB di Papua, Oktavianus Rayo. (Foto: Tribun News)
ADVERTISEMENT

TORAJA UTARA–Guru SD Klemabeth di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua bernama Oktovianus Rayo menjadi korban kebrutalan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

KKB Papua itu melakukan penembakan yang menewaskan korban di rumahnya beberapa waktu yang lalu.

ADVERTISEMENT

Natalina Pamean, istri korban yang juga guru honorer di SMPN 1 Beoga, menceritakan kembali kisahnya sehingga ia dan sejumlah warga lainnya bisa selamat dari peristiwa yang mencekam tersebut.

Ia mengaku keluar dari tempat persembunyiannya saat keadaan mulai sunyi, dan melihat suaminya sudah terkapar di depan.

ADVERTISEMENT

Natalina mengatakan masih sempat memanggil nama suaminya dan kata dia, mata suaminya masih bisa meliriknya kemudian ia bilang hendak bersembunyi.

“Saya bilang Papa Iyan saya pergi sembunyi lari ke belakang dan lompat ke kamar mandi,” ujarnya, Senin (12/4/2021), seperti melansir laman Kompas.

Namun ternyata, saat hendak masuk ke kamar mandi, Natalina tidak sengaja menginjak seng hingga menimbulkan suara.

Karena khawatir akan ketahuan, ia lantas ke rumah tetangganya untuk meminta pertolongan.

“Dan saya sampaikan ke tetangga saya, tolong Bapak Iyan di sana sudah kena tembak, tolong dilihat dulu karena saat itu belum ada orang lalu lalang,” paparnya.

Lebih lanjut, Natalina menyebutkan bahwa ia bersembunyi di kamar mandi sekitar lima jam sebelum akhirnya para pendeta datang mengevakuasinya dan warga yang lain.

Natalina mengaku saat bersembunyi sempat ada yang masuk mengobrak-abrik dengan parang dan berupaya mendobrak pintu kamar mandi namun gagal.

Kemudian saat proses evakuasi, Natalina sempat berusaha mengamankan barang berharga miliknya namun ternyata semuanya sudah raib.

Setibanya di Koramil, Natalina harus menerima kenyataan pahit melihat jenazah suaminya sudah terbujur kaku tertutup kain.

Istri dan Anak Korban Trauma

Bukan hanya itu, istri Oktovianus Rayo itu juga mengaku masih trauma hingga enggan kembali ke Papua.

Dia dan kelima anaknya enggan untuk kembali lagi ke tanah Papua.

“Saya sudah tidak mau kembali ke sana, masih trauma sampai sekarang,” ungkap Natalina.

Selain karena itu, rumah mereka di Distrik Beoga telah rusak parah.

Juga sekolah tempat ia mengajar sebagai guru honorer telah ludes dibakar KKB.

“Sudah tidak ada apa-apa di sana, rumah dan tempat saya bekerja dirusak bahkan dibakar, jadi untuk apa juga kami kembali,” ujarnya.

Diketahui, suami Natalina yakni Oktovianus tewas ditembak KKB pada Kamis (8/4/2021).

Saat itu Oktovianus sedang menjaga kios jualannya.

KKB kemudian datang beralasan untuk membeli. Awalnya Natalina menganggap hal itu biasa.

Namun setelah mendengar suara tembakan ia kaget.

(*)

ADVERTISEMENT