Husler Ingin Program Keagamaan Terus Dilanjutkan di Tahun 2019

386

MALILI — Program Pemerintah Kabupaten Luwu Timur pada sektor keagamaan seperti bantuan renovasi rumah ibadah, program wisata religi bagi para pemuka agama, hingga alokasi anggaran untuk kegiatan Pesparawi, MTQ dan Utsawa Dharma Gita, masih akan tetap diprogramkan Pemerintah Daerah di tahun 2019 mendatang.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler, saat menyampaikan sambutannya pada perayaan natal bersama ASN, TNI, Polri dan masyarakat Kabupaten Luwu Timur yang dipusatkan di Lapangan Desa Kalaena Kiri, Kecamatan Kalaena, Jumat (28/12) malam.

Kata Husler, program di sektor keagamaan telah memberikan dampak yang positif bagi pemeluk agama untuk meningkatkan kualitas ibadahnya, seperti misalnya program renovasi rumah ibadah.

” Dengan semakin baiknya kondisi rumah ibadah, tentu akan memberikan kenyamanan para pemeluk agama untuk menjalankan ibadahnya,” imbuh Husler.

Perayaan Natal itu juga dihadiri Istri Bupati, Puspawati, Ketua DPRD, H. Amran Syam dan beberapa anggota DPRD, Kapolres Luwu Timur, AKBP Leonardo Panji Wahyudi, Perwira Penghubung, Suparman, Sekda, Bahri Suli, dan Ketua FKSG.

Sementara ibadah natal di pandu oleh Jootje Poluan, selaku Ketua Majelis GPdI Sulsel dan hiburan artis rohani, Guntur Simbolon.

Ia juga mengaku bersyukur sebab perayaan Natal di wilayah Luwu Timur berlangsung dalam suasana aman, kondusif, dan penuh suka cita” Tentu kondisi ini tidak tercipta begitu saja tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat termasuk peran-peran tokoh agama, sebutnya.

Terkait pemilu 2019 mendatang, Husler kembali mengajak semua masyarakat Luwu Timur mensukseskan agenda konstitusional tersebut dengan menyalurkan hak pilihnya.

“Tidak perlu berlebihan dalam menyikapi situasi politik. Jangan tercerai berai. Perbedaan pilihan hal yang biasa. Mari tetap jaga kebersamaan di daerah ini,” ungkapnya.

Selain itu Ketua DPRD, H. Amran Syam, menyampaikan apresiasi atas upaya dan kerja keras Bupati Luwu Timur bersama seluruh elemen anak bangsa sehingga mampu merawat keberagaman, toleransi dan kebersamaan diantara masyarakat yang sangat majemuk di Luwu Timur. (Has)