OPINI : Identifikasi Potensi dan Masalah di Desa Bilante, Kecamatan  Larompong, Kabupaten Luwu

154
YESI RUSMAN. (IST)
ADVERTISEMENT

NAMA : YESI  RUSMAN

NIM : 1904010218

ADVERTISEMENT

Desa Bilante merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan Larompong kabupaten Luwu, provinsi Sulawesi selatan yang memiliki luas 5.270 Ha dengan jumlah penduduk 2159 orang. Desa ini dipimpin oleh Istamal sebagai pengendali roda-roda pemerintahan di desa Bilante.

Potensi adalah serangkaian sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang dimiliki oleh desa yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada didesa.

ADVERTISEMENT

Di Desa Bilante memiliki potensi agribisnis yang dapat dikembangkan diantaranya pertanian, perkebunan, peternakan dan perdagangan.

Di sektor pertanian terdapat pertanian padi dan jagung, Disektor perkebunan terdapat perkebunan cengkeh,  merica, di sektor peternakan terdapat peternakan ayam sedangkan disektor perdagangan terdapat perdagangan eceran dan perdagangan grosir. Tetapi dalam hal ini masyarakat Desa Bilante lebih dominan berprofesi sebagai petani Padi maka dapat disimpulkan bahwa di desa Bilante sektor pertanian padi memegang peranan penting  bagi perekonomian masyarakat desa Bilante.

Namun, setelah di telusuri dalam pengembangan potensi disektor pertanian ini terdapat beberapa masalah yang ditemui oleh petani dalam penggarapannya seperti yang dikatakan oleh salah satu petani padi yang tinggal di dusun Libukang yaitu bapak  ” meskipun saya sudah bergabung dalam salah satu kelompok tani akan tetapi masih kekurangan kebutuhan dalam menggarap sawah mulai dari kurangnya benih, tenaga mesin seperti traktor, pupuk dan obat-obatan pembasmi Hama, yang sekarang harganya jauh lebih mahal, masalah juga datang ketika sudah panen dimana petani harus menjual murah hasil panen dikarenakan harga padi yang ditawarkan oleh pembeli atau pemborong padi tergolong murah sedangkan dalam perawatan padi sangatlah memerlukan biaya yang cukup banyak, tapi mau tidak mau kami tetap menjualnya untuk memenuhi kebutuhan hidup”. Ujarnya.

Mendengar hal itu solusi yang dapat di berikan atas permasalahan tersebut kiranya, pemerintah setempat dapat mensupport kebutuhan para petani seperti memberikan Pupuk gratis, benih, serta tenaga mesin seperti traktor sebagai bentuk harapan besar para petani untuk meningkatkan mutu dari hasil pertanian tersebut  selain itu pemerintah setempat dapat membuka ruang atau mengadakan program pelatihan pembelajaran teknologi khusus untuk petani agar dapat memahami, mengetahui dan dapat menggunakan media online untuk memasarkan hasil panennya ke masyarakat luas. (***)

ADVERTISEMENT