PEMILU 2024: Jangan Lagi Ada Orang Meninggal Dunia Jadi Pemilih Hingga Lawan Money Politics

46
Ketua KPU Palopo, Abbas Johan bersama Kepala Kesbangpol dan Limnas Kota Palopo, Hasanuddin, di acara launching tahapan Pemilu 2024 tingkat Kota Palopo.
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palopo resmi melaunching tahapan Pemilu 2024 di Lapangan Pancasila Kota Palopo, Minggu (19/6/2022) pagi kemarin. Lauching ini dihadiri sejumlah pengurus partai politik dan masyarakat umum, berlangsung meriah.

Para pimpinan dan pengurus partai politik yang hadir, yakni partai politik peserta Pemilu 2019 lalu, diantaranya Ketua DPC PDIP Kota Palopo, Alfri Djamil, Ketua PPP Kota Palopo, Haidir Basir, Hj Hasriani dan Safar Sampetan dari Partai Gerindra, dan lain-lain.

Launching tahapan Pemilu ditandai pelepasan balon oleh Ketua KPU Palopo, Abbas Johan bersama komisioner KPU Palopo lainnya, bersama sejumlah pimpinan partai politik. Disaksikan masyarakat, balon bertuliskan ‘Hari Kasih Suara 14 Februari 2024’ dilepas sebagai tanda bahwa jajaran KPU Palopo siap mengawal dan menyukseskan tahapan Pemilu 2024 mendatang secara sukses dan butuh dukungan semua elemen masyarakat.

“KPU Palopo butuh dukungan semua elemen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan penyelenggaraan Pemilu 2024. Bantu kami untuk mengawal pelaksanaan tahapan Pemilu 2024 hingga selesai, dengan baik, aman, tertib, dan tentunya demokratis,” ujar Ketua KPU Palopo, Abbas Johan, dalam sambutannya, saat launching tahapan Pemilu 2024 tersebut.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, di tengah lauching tahapan Pemilu 2024 tersebut, ada pernyataan menarik disampaikan komisioner KPU Palopo, Iswandi Ismail. “Jangan lagi ada orang meninggal jadi pemilih pada Pemilu 2024 mendatang,” kata Iswandi, di hadapan peserta launching tahapan Pemilu tingkat Kota Palopo.

Pernyataan Iswandi tersebut tentu sangat menggelitik. Sebab, sudah sering terjadi pada Pemilu atau Pilkada sebelum-sebelumnya, ada orang yang telah meninggal dunia masih tercatat sebagai pemilih. Padahal, orang tersebut sudah lama meninggal dunia. “Ini hanya terjadi di Indonesia di waktu lalu. Kita tidak menginginkan lagi ada orang yang sudah meninggal dunia, namanya masih masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sehingga keluar surat undangan memilih,” kata mantan wartawan dan penyiar radio tersebut.

Tak hanya itu, Iswandi menegaskan, KPU Palopo akan berusaha seluruh warga Kota Palopo yang berhak dan telah memenuhi syarat sebagai pemilih akan terdata dan masuk dalam DCT, sehingga tidak ada yang kehilangan hak pilihnya. “Termasuk kami (KPU) berusaha tidak ada lagi orang yang sudah meninggal dunia ada surat panggilannya untuk memilih. Sebab, bisa saja hal ini dimanfaatkan oknum-oknum tertentu pada Pemilu 2024,” tegas Iswandi.

Terkait pendataan pemilih, Iswandi mengatakan, KPU Kota Palopo senantiasa melakukan pemutahiran data daftar pemilih setiap bulannya. Bahkan, aplikasi data pemilih yang disiapkan KPU, warga Kota Palopo bisa mengecek langsung apakah namanya sudah terdaftar atau tidak. “Silakan Bapak-Ibu yang mau mengecek nama sudah terdaftar atau belum sebagai pemilih, bisa. Kami siapkan aplikasinya,” katanya.

Tak hanya itu, dalam launching tahapan Pemilu tingkat Kota Palopo, Iswandi bersama komisioner KPU Palopo lainnya, mengajak masyarakat Kota Palopo untuk ikut memerangi money politics atau politik uang. Menariknya, dalam sesi doorprize di acara launching tahapan Pemilu 2024 tingkat Kota Palopo, Iswandi mengajukan pertanyaan menggelitik kepada masyarakat yang hadir, yakni siapa yang mau jujur pernah memilih pada Pemilu atau Pilkada karena menerima uang? Jika ada yang mau jujur, KPU memberikan hadiah berupa baju kaos. Ternyata, salah seorang emak-emak yang mengaku warga Jalan Pongsimpin Kota Palopo, mengacungkan jari telunjuknya dan mengaku pernah memilih calon walikota karena diberi uang.

Kontan saja, para komisioner KPU, termasuk komisioner Bawaslu Palopo, dan peserta lainnya tertawa. “Saya dikasih uang, tidak minta Pak, makanya saya ambil,” kata ibu itu, didepan Iswandi Ismail, dan Ketua Bawaslu Palopo, Asbudi Dwi Putera.

Kejujuran ibu tersebut mendapat apresiasi Iswandi dan komisioner KPU Palopo. Karena sudah mengaku jujur pernah memilih karena diberi imbalan, maka ibu tersebut mendapatkan hadiah baju kaos Pemilu 2024 diserahkan Iswandi Ismail. “Tapi pada Pemilu 2024 mendatang, Ibu jangan lagi memilih karena uang ya?,” celetuk Iswandi bercanda, disambut tawa peserta lainnya.

Ditegaskan Iswandi, apapun alasannya, tidak boleh lagi menerima pemberian baik uang ataupun barang, karena mau memilih pada Pemilu 2024. Sebab, kata dia, memilih karena uang atau karena menerima barang, sangat salah dan merusak tatanan demokrasi. “Ini kebiasaan masyarakat yang sudah dianggap biasa menerima uang untuk memilih. Kebiasaan ini tidak baik dan tidak boleh lagi karena merusak tatanan demokrasi. Menciderai demokrasi,” katanya.

Senada itu, Ketua Bawaslu Kota Palopo, Asbudi Dwi Putra ikut mengajak semua elemen masyarakat Kota Palopo, termasuk para pengurus partai politik, terutama para calon legislatif (caleg) sebagai peserta Pemilu 2024 untuk ikut memerangi money politics. Praktik transaksional dalam Pemilu ataupun Pilkada yang sudah dianggap biasa di tengah masyarakat, atau dinilai sudah jadi ‘tradisi politik’ harus dilawan bersama seluruh elemen masyarakat.

“Mari sama-sama melawan dan memerangi money politics. Politik uang itu hal yang tidak baik, bahkan diharam karena termasuk bentuk suap. Harus ada kesadaran untuk sama-sama memeranginya. Pemilu 2024 harus bersih dan tidak dikotori money politics,” kata tegas Asbudi.

Diketahui, acara launching tahapan Pemilu 2024 oleh KPU Palopo berlangsung meriah dan semarak. Para komisioner KPU Palopo, Bawaslu, pimpinan dan pengurus partai politik, ikut senam pagi bersama masyarakat. Suasananya sangat meriah, apalagi menghadirkan sejumlah emak-emak dari komunitas sanggar senam di Palopo. (and)

ADVERTISEMENT