Tolak Pemakaman Sesuai Protokol Covid 19, Keluarga Pasien PDP di Makassar Mengamuk

402

MAKASSAR–Proses pemakaman seorangg Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona di Kota Makassar, mendapat protes keras dari keluarga pasien.

Keluarga pasien PDP yang meninggal di Rumah Sakit (RS) Stella Maris Makassar itu, menolak untuk memakamkan jenazah almarhum menggunakan protokol pemakaman pasien Covid 19 sesuai setandar WHO.

Keributan terjadi, saat Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulsel hendak mengantar jenazah menggunakan ambulans ke Pemakaman Macanda Kabupaten Gowa.

Pihak keluarga memaksa mengambil alih proses pemakaman dan membantah jika keluarganya itu telah terinfeksi virus Corona

“Pukul 9.40 Wita, keluarga menolak jika korban meninggal karena Covid-19, dan pihak keluarga merasa jika korban meninggal karena sakit yang diderita sudah 2 tahun lalu dengan riwayat Gula,” kata PJ Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, Sabtu (4/4/2020).

Dia menyebutka, jika pasien tersebut dirawat di RS Stella Maris, sejak 23 Maret 2020 lalu. “Almarhum dirawat di RS Stella Maris sejak 23 Maret 2020,” tambahnya.

Iqbal menjelaskan, jika pihaknya juga telah melakukan kordinasi dengan pihak keluarga, namun pihak keluarga almarhum tetap menolak dengan dalih almarhum meninggal akibat penyakit bawaannya.

“Tim Gugus berkordinasi dengan keluarga korban untuk diambil alih agar mengikuti standar WHO, namun pihak keluarga menolak, dengan alasan bahwa korban meninggal karna penyakit Gula dan sampai saat ini belum ada hasil resmi (tes Covid-19),” tambahnya.

Namun karena mengingat keselamatan dan pencegahan penyebaran virus Covid-19 yang terus meningkat di Sulsel maka sejumlah pihak keamanan pun ikut digerakan.

Terlihat satu pleton anggota TNI dari Raider 700 berjaga depan pintu IGD Stella Maris guna untuk antisipasi keluarga korban yang hendak mengambil jenazah almarhum.

Adapun rombongan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulsel yang mengantar jenazah ke tempat pemakaman, yakni 1 unit mobil Camar 709, 1 unit Brigade mobile, 2 unit mobil Gugus Tugas Covid-19 Sulsel, dan 2 unit mobil truck Raider 700.

Adapun indentitas jenazah adalah diketahui berjenis kelamin laki-laki, umur 63 tahun dan bekerja sebagai buruh bangunan. (*/Sya)