Wawali Tegaskan Vaksin MR Diperbolehkan

569
Wawali Palopo terlihat menenangkan salah satu murid SDN 5 Salamae yang divaksin MR.

PALOPO — Wakil walikota Palopo, Rahmat Masri Bandaso (RMB) menegaskan vaksin Measles Rubella (MR) boleh dilakukan untuk anak-anak. Hal itu diperkuat dengan adanya Fatwa MUI No 33 tahun 2018 tentang penggunaan Vaksin MR yang merupakan produksi Serum Institute of India (SII).

“Saya paham banyak orang tua yang tidak bersedia anaknya divaksin karena adanya informasi bahwa vaksin itu haram. Tetapi sekarang sudah ada Fatwa MUI bahwa Vaksin MR saat ini dibolehkan (mubah) karena ada kondisi keterpaksaan (darurat),” jelas RMB.

Satu hal yang saat ini menjadi perhatian di mana, aturan dunia seperti WHO, bagi anak-anak yang ingin keluar Negeri harus membuktikan bahwa mereka sudah mendapatkan vaksin MR. “Bukan apa-apa, virus MR kalau sudah menyerang dampaknya bisa fatal karena akan menyerang otak dan bisa menyebabkan kematian,” tegas RMB.

Pada Kamis (13/12/18), RMB melakukan kunjungan ke sekolah terkait pelaksanaan vaksin. Kunjungan ini untuk menindaklanjuti masih rendahnya murid di Palopo yang sudah divaksin sejak beberapa waktu yang lalu. Dari target
95 persen, baru 57 persen vaksin MR terealisasi. Hal itu terungkap dalam pertemuan penguatan imunisasi rutin dan percepatan pencapaian kampanye imunisasi MR belum lama ini.

Ada beberapa sekolah yang dikunjungi wawali Palopo. Ia mau melihat langsung pelaksanaannya di sekolah. Adapun sekolah yang dikunjungi diantaranya SMPN 3 Palopo, SDN 5 Salamae, SMPN 1 Palopo, SMPN 7 Palopo, dan SMP Frater Palopo. Dalam kunjungannya, RMB didampingi Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan, Mustaufik, Kepala Puskesmas Wara Utara Kota, dan perwakilan dari Dinas Kesehatan, Wirdawati. “Saya harapkan peran Kepala sekolah serta guru dalam melaksanakan penggunaan Vaksin MR agar memberikan pemahaman kepada orang tuasiswa,” harap RMB.

Lanjut RMB, Vaksin MR ini penting karena merupakan salah satu hak anak-anak untuk mendapatkan Vaksin tersebut, sehingga sangat perlu menjadi perhatian bersama termasuk memberikan pemahaman kepada semua pihak. Pada kunjungannya di SDN 5 Salamae, RMB secara langsung menyaksikan proses vaksin MR kepada siswa yang sedang dilakukan oleh Puskesmas Wara Utara Kota. Bukan hanya melihat, tetapi pada kesempatan itu, RMB mendampingi langsung dan membujuk beberapa siswa yang ketakutan untuk disuntik.

Untuk diketahui, berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan Kota Palopo rekapitulasi hasil pelaksanaan catch-up campaign Measles-Rubella di tingkat Sekolah untuk SMPN 3 Palopo jumlah sasaran sebanyak 935 siswa, cakupan Imunisasi 442, mencakup 47,27%. Kemudian untuk SDN 05 Salamae dengan jumlah sasaran 407 siswa, cakupan Imunisasi 45 siswa, mencakup sekitar 11,06%.
Di SMPN 1 Palopo dengan jumlah sasaran 896 siswa, cakupan Imunisasi 436, mencakup sekitar 48,66%. Di SMPN 07 Palopo jumlah sasaran 531 siswa, cakupan Imunisasi 170, mencakup sekitar 32,02%. Dan untuk SMP Frater Palopo sudah menghampiri 100% dari 85 siswa, hanya 3 siswa yang belum di vaksin karena sakit. (asm)