Zelin Christy, Mahasiswi Asal Lutim Ikut Dikarantina di Natuna

544
Ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang dijemput dan dipulangkan dari China sejak virus corona mewabah, kini dikarantina di Pulau Natuna, Kepulauan Riau. Selama 14 hari, ratusan WNI yang sudah dikarantina di Pulau Natuna dipantau kesehatannya mulai dari fisik sampai psikologis.
ADVERTISEMENT

MALILI–Ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang dijemput dan dipulangkan dari China sejak virus corona mewabah, kini dikarantina di Pulau Natuna, Kepulauan Riau. Selama 14 hari, ratusan WNI yang sudah dikarantina di Pulau Natuna dipantau kesehatannya mulai dari fisik sampai psikologis. Total ada delapan dokter spesialis dan umum yang rutin mendampingi mereka selama 24 jam penuh.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat Oleh Seruya Poll

Dari ratusan WNI tersebut, salah seorang diantaranya Zelin Christy. Mahasiswi semester enam jurusan kedokteran di Hubei University, asal desa Baruga, kecamatan Towuti, ikut menjalani karantina di Natuna.

ADVERTISEMENT

BACA JUGA: TKA China Diperketat Masuk Indonesia, PT IMIP Siaga Virus Corona di Morowali

Saat pertama kali tiba di Natuna, Zelin tidak bisa berkomunikasi dengan sanak keluarganya. Namun, saat ini, Zelin sudah bisa berkomunikasi dengan orangtuanya di Lutim. Meski sudah berkomunikasi, dia masih akan menjalani masa karantina selama beberapa hari bersama ratusan WNI dari China yang sudah berada di Pulau Natuna.

ADVERTISEMENT

Marthen Lobo, ayah Zelin, sangat bersyukur puterinya sudah tiba di Tanah Air, meski saat ini masih dikarantina di Pulau Natuna. Dia menyatakan rasa syukurnya atas upaya yang dilakukan oleh pemerintah Republik Indonesia yang tidak tinggal diam melihat warganya yang berada di provinsi Hubei, China, sejak virus corona mewabah di negeri ‘gingseng’ itu.

BACA JUGA: Sudah Meninggal, Tapi Pejabat di Sulsel Tetap Dapat Jabatan Baru

ADVERTISEMENT
Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Utara 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Arsyad Kasmar-Andi Sukma (AKAS)
2. Indah Putri Indriani-Suaib Mansur (IDAMAN)
3. Thahar Rum-Rahmat Laguni (MATAHARI)
Created with Seruya Poll

Marthen mengaku sempat gelisah, karena dia hilang kontrak dengan puterinya selama 2 hari, sejak puteri kedua dari empat bersaudara itu dievakuasi dari provinsi Hubei, hingga akhirnya tiba di Natuna dengan keadaan selamat. Padahal sebelum merebaknya wabah virus Corona, dia beserta istri intens bahkan aktif berkomunikasi melalui Video call.

Kedua orang tua Zelin sempat panik, bahkan sampai tidak bisa tidur selama berminggu-minggu lantaran memikirkan puteri mereka di tengah mewabahnya virus corona di China. Namun, setelah tiba di Natuna dan komunikasi kembali lancar, akhirnya mereka bisa kembali tenang karena selalu mendapatkan update tentang kegiatan sehari-hari anak mereka melalui Kementerian Luar Negeri dan Kementrian Kesehatan. Terlebih saat mendengar langsung dari anak mereka kalau keadaannya baik-baik saja.

Setelah berkomunikasi dengan anaknya, Marthen Lobo kini berharap yang terbaik dari pemerintah Republik Indonesia, karena mereka percaya pemerintah atas upaya karantina itu, dan setelah dinyatakan betul-betul nanti menjalani karantina selama 14 hari itu mereka bisa segera bertemu kembali dengan anak mereka.

BACA JUGA: Duet Yasir-Hamzakir Resmi Pimpin PBSI Palopo

“Kami berharap yang terbaik dari pemerintah yang telah berupaya memulangkan dan mengobservasi anak kami. Kami juga sangat berharap bisa segera bertemu dengan anak kami setelah menjalani karantina selama 14 hari kedepan. Saya dan istri saya sangat berterima kasih kepada pemerintah Republik Indonesia yang telah berupaya keras agar anak kami dan WNI lainnya bisa di pulangkan untuk menghindari virus yang mewabah ditempat anak kami menimbah ilmu” ucap Marthen Lobo, dilansir KORAN SERUYA dari Batarapos.com.

SIKAP GUBERNUR

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan akan melakukan observasi ulang 3 warganya dari Wuhan, China yang masih dikarantina di Natuna. Observasi dilakukan untuk memastikan warga tersebut bebas dari virus corona.

“Jadi kemarin saya dengan Bupati Bulukumba sudah berkoordinasi, ada 3 warga Bulukumba yang ada di Natuna (dikarantina) sekarang,” kata Nurdin di kantornya, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (5/2/2020), kemarin.

BACA JUGA:  Jangan Coba-Coba Pakai Joki, Kalau Ketahuan akan Diblacklist Seumur Hidup Tak Bisa Jadi PNS

Nurdin telah memanggil Dinas Kesehatan Pemprov Sulsel untuk melakukan persiapan kepulangan warga Sulsel yang kini dikarantina di Natuna. “Kami tadi pagi (kemarin), berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, kita mengantisipasi dan mempersiapkan kepulangan 3 warga kita, tentu kita harus pastikan kembali bahwa yang bersangkutan itu sehat, tidak sakit. Dan tentu yang lebih penting virus corona itu tidak terjangkit,” ujarnya.

Ketiga warga Sulsel itu baru akan diperbolehkan kembali ke keluarganya jika sudah dipastikan terbebas dari virus corona. Untuk itu Pemprov Sulsel akan melakukan observasi lanjutan. “Iya (akan ada observasi lanjutan), nanti setelah tiba kita sudah persiapkan. Tadi pagi kita sudah rapat dengan Dinas Kesehatan supaya mempersiapkan dan mengantisipasi kepulangan mereka dan kita pastikan sekali lagi bahwa virus corona itu tidak ada,” tegasnya.

BACA JUGA:  VIDEO BIKIN MEWEK! Istri Ini Sangat Ikhlas, Suami Menikah Lagi Ikut Diantar Hingga Proses Ijab Kabul

Diketahui, saat ini pemerintah tengah mengkarantina 238 WNI asal Wuhan di Natuna, Kepulauan Riau. Dari 238 WNI tersebut, Nurdin menyebut baru 3 di antaranya yang merupakan warga Sulsel. “Yang pasti itu dulu yang tiga sudah di Natuna,” ujarnya. (*/tari)

 

ADVERTISEMENT